BRI, Bank Pertama sebagai Trustee

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) member izin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai Trustee atau wali amanat lantaran telah memenuhi persyaratan, baik dari segi permodalan hingga infrastruktur. Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya Effendi Siregar, mengungkapkan, dalam kegiatanTrustini terdapat tiga pihak yang terlibat, yaituSettlor sebagai pihak penitip yang memiliki harta/dana dan memberikan kewenangan untuk mengelola dana kepadaTrustee, bank itu sendiri sebagai pihak yang diberi kewenangan olehSettlor untuk mengelola harta/dana guna kepentingan penerima manfaat, yakni beneficiary serta beneficiarysebagai pihak penerima manfaat dari harta/dana tersebut.

“BRI sudah mendapatkan izin sebagaiTrustee. Sementara bank yang lain masih bolak-balik untuk konsultasi atau diskusi dengan BI. Namun belum ada kontrak hitam di atas putih layaknya BRI. Kalau beneficiaryitu bisa dari pihak lain atau bisa juga pihak dari Settloritu sendiri. Bahkan, Settlor bisa menjadi beneficiaryapabila hartanya diinvestasikan ke asuransi jiwa,” papar Mulya kepada Neraca, Selasa (2/4) malam.

Ketika dihubungi, Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali, mengakui kalau pihaknya menjadi bank pertama yang diberikan izin sebagaiTrusteeoleh BI. “Itu karena kita siap dalam pemenuhan aturan-aturan serta persyaratan sebagaiTrusteeyang dikeluarkan BI. Izin itu sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu, dan kita sudah melakukan unit kerjaTrusteeitu sekarang,” jelas dia.

Unit kerjaTrusteetersebut, kata Ali, termasuk dalam bidangtreasuryyang berada di bawah kepemimpinan Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baiquni. Sementara untuk DHE (devisa hasil ekspor) yang masuk melalui BRI, Ali mengatakan cukup besar. “Walaupun kita memang bank umum yang fokus ke UMKM, namun kita juga bergerak di bisnis lain sepertitreasurydan remitansi,” paparnya.

Kegiatan penitipan dengan pengelolaan atau trust sudah mulai bisa diwujudkan bank dalam bentuk unit kerja tersendiri sejak Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/17/PBI/2012 tertanggal 23 November 2012 tentang Kegiatan Usaha Bank berupa Penitipan dengan Pengelolaan (trust).

Mulai saat itu, bank-bank yang merasa sudah memenuhi persyaratan menjadiTrusteetelah memasukkan unit usahatrust ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2013 pada awal Januari 2013 lalu. Persyaratan bagi bank yang ingin menjadi Trustee, yaitu harus berbadan hukum Indonesia, memiliki modal inti minimal Rp5 triliun (atau masuk BUKU 3 dalam aturan modal inti bank) dan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) paling rendah 13% selama 18 bulan terakhir secara berturut-turut.

Kemudian memiliki Tingkat Kesehatan Bank (TKS) paling rendah Peringkat Komposit (PK) 2 selama dua periode penilaian (12 bulan) terakhir dan paling rendah PK 3 selama satu periode sebelumnya, serta mencantumkan rencana kegiatan Trust dalam RBB, dan memiliki kapasitas untuk melakukan kegiatantrustberdasarkan hasil penilaian BI.

Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam kegiatantrustantara lain kegiatan tersebut harus dilakukan oleh unit kerja yang terpisah dari unit kegiatan bank lainnya, harta yang dititipkanSettloruntuk dikelola olehTrusteeterbatas pada aset finansial, dan harta yang dititipkanSettloruntuk dikelola olehTrusteedicatat dan dilaporkan terpisah dari harta bank.

“Sebenarnya, kegiatantrustini bisa dibilang sepertiwakaf.Wakafitu penempatannya kepadawaziryang akan mengelola atau memutar dananya. Namun, pada wakafyang menjadibeneficiary-nya adalah orang-orangdhuafa(miskin),” tambah Mulya. [ria]

Related posts