BRI Agro Dapat Suntikan Dana Rp 500 Miliar - Perkuat Modal

NERACA

Jakarta – Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) akan memperkuat modal untuk menunjang bisnis usahanya. Salah satu dengan suntikan modal dari induk usahanya.

Direktur BRI Agro, Zuhri Anwar mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan modal sebesar Rp 500 miliar kepada pemegang saham dalam rencana bisnis bank (RBB) 2013 yang diajukan perseroan kepada Bank Indonesia, “Kami berharap pemegang saham BRI Agro akan mencairkan dana penambahan modal tersebut pada semester I tahun ini, “katanya di Jakarta, Rabu (3/4).

Menurut Zuhri, suntikan modal tersebut untuk mendukung ekspansi kredit BRI Agro yang ditargetkan tumbuh 40% di 2013. Dari total modal BRI Agro per 31 Desember 2012 sebesar Rp 353,3 miliar, kredit perseroan pada periode tersebut naik 38,83% menjadi Rp 2,53 triliun, YoY dari Rp 1,82 triliun.

Komposisi kredit BRI Agro masih didominasi kredit kemitraan yang memberikan margin bunga signifikan, sehingga Net Interest Margin (NIM) dapat ditingkatkan menjadi 6,00% dari 4,54% pada tahun sebelumnya. \"Kredit segmen ritel dan kemitraan merupakan segmen yang menjadi pasar sasaran utama BRI Agro, terutama ritel dan kemitraan sektor agribisnis. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan nasabah utama BRI Agro yang selama ini hubungannya terjalin baik, yaitu PT Perkebunan Nusantara I sampai dengan XIV,”ujarnya.

Sepanjang tahun 2012, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk mencacat laba bersih di 2012 sebesar Rp33,3 miliar. Ini meningkat 0,52% dari laba di 2011 sebesar Rp32,86 miliar. Peningkatan laba beraih didukung oleh kenaikan aset 2012 sebesar 16,06% menjadi Rp4,04 triliun dari Rp3,4 triliun pada 2011.

Kenaikan aset ini berasal dari penyumbangan aset produktif yang meningkat sebesar Rp1 triliun dari Rp3,3 triliun tahun sebelumnya, “Pada 2012 perseroan berhasil membukukan keuangan dengan cukup baik,\" kata Kepala komunikasi perusahaan PT BRI Agroniaga Ali Rofi\'i.

Menurutnya, hal ini didukung oleh strategi pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan, landasan keuangan, dan organisasi yang semakin kokoh. Selain itu, kredit AGRO juga tumbuh 38,83% menjadi Rp2,53 triliun per 31 Desember 2012 dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,82 triliun. Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan kredit nasional.

Sebagai informasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk saat ini menguasai saham BRI Agro sebesar 79,78%, sedangkan 14% dimiliki Dana Perkebunan (Dapenbun) dan sisanya 6,22% milik publik. (bani)

Related posts