Modernland Terbitkan Global Bond US$150 Juta

NERACA

Jakarta - Untuk merampungkan proses akuisisi lahan, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akan menerbitkan surat utang berdemoninasi asing senilai US$ 150 juta pada bulan Mei-Juni 2013 dengan bunga yang lebih rendah dari surat utang sebelumnya. “Untuk bunganya yang jelas masih lebih kecil dibanding bond lokal yang pernah kita terbitkan, yaitu 10,75%,” kata Investor Relation Modernland, Cuncun Wijaya di Jakarta, Rabu (3/4).

Menurutnya, penerbitan surat utang tersebut masih dalam tahap pitching. Yang jelas, surat utang tersebut nantinya akan memiliki tenor 5 sampai 10 tahun. Terkait proses pengalihan hak tanah ke pihak PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) senilai 3 triliun rupiah, proses pembayarannya akan diselesaikan dalam 30 bulan selama 10 kali dengan masa pembayaran setiap 3 bulan sekali.

Rencananya, pada akhir Juni tahun ini, perseroan akan memulai pembayaran tahap pertama senilai 300 miliar rupiah dengan luas lahan 15 hektare (ha). Saat ini perseroan sedang memacu proses akuisi lahan yang berada di timur Jakarta dan Cikande, Serang barat. Untuk di Cikande, perseroan menargetkan akan mengakuisisi lahan seluas 1000 ha sampai dengan 2015. “Untuk tahun ini kita akuisisi 400 ha, lalu tahun depan 400 ha dan di tahun 2015 200 ha,” ucapnya.

Sementara untuk yang berada di wilayah di timur Jakarta, lanjut dia, perseroan akan mengembangkan bisnisnya seluas 750 ha, yang nantinya akan dibangun proyek berkonsep mix industries. Proyek yang akan berdiri di dalamnya adalah hotel, apartemen dan Township. Hasil penjualan surat utang berdemoninasi asing yang akan terbit Juni tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan untuk mengakusisi lahan ini.

Direktur Keuangan Perseroan, Freddy Chan mengatakan, untuk proyek yang berada di wilayah timur Jakarta tersebut, perseroan menargetkan akan dapat mulai meraup untung pada tahun 2015. Namun ini tidak menjadi pendapatan berulang perseroan. “Ini tidak menjadi recurring income kita, karena tidak untuk lease,” ucapnya.

Pada tahun 2013, kata dia, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun, naik sekitar 98,19% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp1,01 triliun. Adapun laba bersih ditargetkan dapat mencapai Rp800 miliar atau naik sebesar 207,08% dari tahun lalu sebesar Rp260,52 miliar. Meskipun demikian, pada tahun ini, perseroan tidak membagikan keuntungan kepada pemegang saham, “Tahun ini kita masih merah, sepertinya tidak ada dividen,” tandasnya. (lia)

Related posts