Semen Baturaja Ingin Kuasai Pasar di Sumatera - Targetkan Produksi 3,85 Juta Ton

NERACA

Jakarta – Rencana PT Semen Baturaja go public tahun ini, belum membuat perusahaan semen milik pemerintah ini agresif dalam ekspansi bisnis. Kendatipun pesaingnya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang sudah awal go public berencana ekspansi ke Myanmar.

Kata Direktur Utama PT Semen Baturaja, Pramudji Rahardjo, tahun ini perseroan masih fokus pada penjualan domestik dan belum ke luar,”Saat ini kapasitas produksi kami terbatas dan masih fokus pada Sumatera Selatan. Belum menjual jauh-jauh karena ada cost pengiriman yang besar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (3/4).

Dia menjelaskan, nantinya dana IPO akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru Baturaja 2 di triwulan IV tahun ini dengan nilai investasi mencapai Rp 2,5 triliun. Nantinya, kapasitas pabrik baru ini ditargetkan sebesar 1,85 juta ton per tahun ini.

Sumber pendanaannya, selain dari hasil IPO yang ditaksir sekitar Rp 1 triliun, akan ditambah dari kas internal Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar pinjaman perbankan.

Target Produksi

Hingga akhir tahun 2016, perseroan menargetkan kapasitas produksi semen menjadi 3,85 juta ton. Rencananya, target tersebut akan dipenuhi dari realisasi dua rencana besar perseroan yakni pembangunan Cement Mill baru dan pembangunan pabrik baru (Baturaja 2).

Disampaikan Pramudji, pembangunan Cement Mill telah dilakukan sejak 2009 dengan investasi sebesar Rp.350 miliar dan rencananya akan mulai beroperasi pada Triwulan II 2013. \"Nanti Cement Mill akan produksi 750.000 ton/tahun. Dana investasinya Rp350 miliar dari internal,\" katanya.

Menurutnya, dengan dua langkah strategis ini maka kapasitas produksi semen perseroan akan meningkat dari saat ini yang sebesar 1,25 juta ton pertahun menjadi 3,85 juta ton pertahun di 2016. \"Itu tadi karena ada penambahan dari cement mill baru sebanyak 750 ribu ton/tahun, dan Baturaja 2 sebanyak 1,85 juta ton pertahun,”tandasnya.

Saat ini, perseroan memiliki tiga fasilitas pabrik yakni di Palembang dengan pabrik penggilingan dan pengantongan semen berkapasitas 350.000 ton pertahun. Kemudian di Baturaja, dengan pabrik terak berkapasitas 1.200.000 ton pertahun dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen dengan kapasitas 550.000 ton pertahun. Serta Pabrik Panjang, yakni pabrik penggilingan dan pengantongan semen dengan kapasitas 350.000 ton pertahun.

Pangsa Pasar

Sebagai pemain utama di Sumatera Selatan dan sekitarnya, pendistribusian produk perseroan tahun 2012 diantaranya, Sumatera Selatan 1,50 juta ton pertahun dengan pangsa pasar 48,20%, Lampung 1,64 juta ton pertahun dengan pangsa pasar 27,56%, Bengkulu 0,68 juta ton pertahun dengan pangsa pasar 7,45%, dan Jambi 0,57 juta ton/tahun dengan pangsa pasar 1,51%.

Secara total, untuk wilayah Sumatera, permintaan semen sepanjang 2012 mencapai 12.009 ribu ton, naik dari permintaan tahun 2011 yang mencapai 11.028 ribu ton. Sedangkan wilayah Sumetara Selatan sendiri yang merupakan daerah kekuasaan Perseroan, permintan semen sepanjang 2012 tercatat mencapai 4.775 ribu ton. Di tahun 2013 diperkirakan meningkat menjadi 5.157 ribu ton.

Hingga akhir 2012, Semen Baturaja mencatat penjualan semen mencapai 1,23 juta ton atau senilai Rp. 1,09 triliun. Pendapatan tersebut meningkat dari tahun 2011 yang tercatat sebesar Rp. 1,05 triliun.

Dari hasil penjualan tersebut mendongkrak laba bersih perseroan menjadi Rp. 299 miliar, meningkat 19% dari capaian laba bersih 2011 yang sebesar Rp. 252 miliar. Capaian laba tersebut melampaui target Perseroan yang sebelumnya hanya mematok pertumbuhan laba 2012 sebesar 12,8%. (nurul)

Related posts