Bakrie and Brothers Perlu Yakinkan Investor - Tekan Utang 40%

NERACA

Jakarta- Upaya pihak manajemen PT Bakrie and Brothers (BNBR) untuk menekan utang sebesar 40% di tahun 2012 dinilai sebagai langkah positif. Namun, langkah tersebut belum dapat menggerakkan saham emiten yang berada di level 50. Pasalnya, kenaikan harga saham tidak hanya bergantung pada kondisi fundamental yang dicatatkan emiten, namun juga kepercayaan investor atas komitmen yang dikemukakan oleh emiten tersebut. “Upayanya memang bagus, tetap belum serta merta mengangkat harga sahamnya.” kata analis saham dari Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/4).

Menurutnya, pelaku pasar masih akan mencermati terlebih dahulu kinerja emiten yang tercatat dalam grup Bakrie ini. Terlebih emiten tersebut baru menampilkan kinerja yang baik seperti ini sekarang. “Masalahnya, apakah bisa berlanjut atau hanya saat ini saja.” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Reza, kinerja saham ini akan sangat bergantung pada kinerja yang ditunjukkan ke depannya. Selama 52 minggu, level tertinggi saham BNBR Rp51 dari level terendahnya Rp50. Menurutnya, sejauh ini pelaku pasar juga masih trauma dengan beban utang yang dicatatkan perseroan. “Pelaku pasar butuh kinerja yang jelas dan going concern dari emiten. Mereka tidak mau kinerja positifnya cuma sesaat tapi tahun depan anjlok lagi karena masalah beban utang.” jelasnya.

Pada tahun 2011, BNBR masih mencatatkan utang sebesar Rp10,71 triliun. Tahun lalu, utang Perseroan berkurang sangat signifikan sebesar Rp4,27 triliun, menjadi hanya Rp6,44 triliun. Bersamaan dengan itu, beban bunga juga ditekan dari sebelumnya Rp2,0 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp1,19 triliun pada tahun 2012.

Kata Direktur Utama & CEO BNBR, Bobby Gafur Umar, sepanjang 2012 perseroan berhasil secara meyakinkan menekan beban utang hingga 40%. “Banyak catatan positif yang berhasil dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun lalu, khususnya terkait dengan manajemen utang dan portofolio. Ini berkat kerja keras manajemen dan seluruh jajaran kerja BNBR,” ucapnya.

Dengan kinerja yang cukup baik sepanjang 2012, kata dia, perseroan optimistis mampu meningkatkan kemampuan finansial. Laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun 2012 mencatatkan perolehan revenue sebesar Rp15,48 triliun, laba bersih senilai Rp354,87 miliar, dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp127,77 miliar.

Menurutnya, unit-unit usaha BNBR dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan kinerja yang semakin baik, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap revenue. Tahun 2012, unit-unit usaha perseroan menyumbang 66% dari total revenue BNBR, dengan nilai mencapai Rp 10,11 triliun.

PT Bakrie Building Industries (BBI) misalnya, lanjut dia, menjadi unit usaha yang memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Hal itu seiring dengan pertumbuhan industri properti dan konstruksi. Terlebih dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan daya beli kunsumen yang dinilai terus mengalami peningkatan. (lia)

Related posts