China Gelontorkan Dana Rp6,6 Triliun - Proyek Perluasan PLTU Cilacap

NERACA

Jakarta - Salah satu bank asal negeri tirai bambu yaitu China Development Bank Corporation akan membiayai proyek perluasan atau ekspansi PLTU Cilacap berkapasitas 1 x 660 megawatt (MW) dengan nilai investasi US$ 700 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun.

\"Ada kerjasama dengan China untuk membangun PLTU Cilacap, ini ekspansi sebesar 1 x 660 megawatt. Ini akan segera dimulai, saat ini penandatanganan facility agreement dengan China Development Bank Corporation,\" kata Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Rabu (3/4).

Jero menjelaskan bahwa kerjasama ini adalah tindak lanjutd dari pertemuan Presiden Indonesia dan Presiden China. \"Dengan adanya persetujuan partnership pada 2005 dan bergulir terus, makin maju RRC makin maju juga Indonesia. Maka swasta terus menjalin kontrak dan komunikasi. Dan yang hari ini adalah salah satu dari sekian banyak. PLTU ini begitu selesai langsung masuk jaringan Jawa-Bali sektor selatan,\" ucapnya.

PLTU Cilacap Ekspansi ini digarap oleh PT Sumber Segara Primadaya (PT S2P). Sebelumnya PT S2P merupakan pengembang IPP PLTU Cilacap (2x281 MW) yang memasok dan menjual listrik ke PLN sejak 2006. PLTU Cilacap Ekspansi ini akan dibangun bersebelahan dengan PLTU Cilacap eksisting, di Desa Karang Kandri, kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam proyek ekspansi ini, PT P S20 tidak mensyaratkan adanya jaminan dari pemerintah. Pendanaan proyek CDB, selain dari ekuitas PT S2P sendiri, diperoleh dari pinjaman project financing sebesar US$ 700 juta dan diharapkan pendanaan modal kerja akan didukung oleh Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Direktur Utama PT Sumber Segara, Muhammad Rasul mengatakan, China Development Bank berkomitmen menyalurkan pinjaman tanpa syarat dan tanpa jaminan pemerintah. Adapun, pendanaan proyek CDB, selain dari ekuitas PT SSP, juga dari pinjaman project financing sebesar USD700 juta. \"Diharapkan pendanaan modal kerja akan didukung oleh Bank Rakyat Indonesia,\" kata dia.

Dia menjelaskan, PLTU Cilacap Ekspansi akan dibangun bersebelahan dengan pembangkit yang sudah ada di Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Listrik yang dihasilkan dari PLTU ini akan disalurkan ke sistem Jawa-Bali melalui jaringan transmisi 500 kilovolt (SUTET) sepanjang dua kilometer (km) ke Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Adipala.

Lebih Efisien

Sesuai proposal, lanjut Muhammad, PT SSP akan memasang peralatan utama buatan Cina dengan teknologi yang lebih efisien, dengan penggunaan supercritical boiler dan flue gas desulphurization (fgd)) pada proyek ini. Peralatan utama pembangkit akan menggunakan boiler dari pabrikan Dongfang Electric dan Turbine dari pabrikan Shanghai Electric.

Sedangkan balance of plant memasang peralatan buatan dalam negeri, Eropa dan Amerika. Proyek konstruksi ini dijadwalkan beroperasi secara komersial 2016. \"Konstruksi PLTU Cilacap diperkirakan memakan waktu 36 bulan dan dijadwalkan akan mulai beroperasi secara komersial pada 2016,\" ujarnya.

CDB Coorporation Head of Xia Men Branch, Zhao Fan Qiang mengatakan, CDB meningkatkan pendanaan jangka panjang ke sejumlah negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan. Indonesia menjadi negara prioritas di kawasan Asia Tenggara karena dinilai sebagai negara besar dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan paling stabil.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menambahkan, PT Sumber Segara merupakan pengembang PLTU Cilacap dengan kapasitas 2x281 MW yang memasok dan menjual listrik ke PLN sejak 2006.

Pada Maret kemarin, pemerintah meresmikan beroperasinya tujuh proyek pembangkit listrik di Sulawesi. Peresmian tersebut diharapkan dapat meningkatkan elektrifikasi nasional. PLTU Amurang (2x25 megawatt), PLTU Kendari Unit 2 (10 MW), PLTP Lahendong IV (20 MW), PLTMH Tomini II (2x1 MW), PLTS Miangas (85 kilowatt peak), PLTS Bunaken (335 kWp), serta PLTS Marampit (125 kWp)

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan elektrifikasi tiap tahun. \"Apalagi energi listrik memiliki peran untuk mendorong ekonomi baik regional maupun nasional,\" ujarnya.

Karenanya, pertumbuhan permintaan pasokan listrik yang tinggi maka harus diikuti oleh penambahan kapasitas pembangkit. Ia menuturkan pembangunan tujuh pembangkit ini juga terkait dengan program pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt (fast track program/FTP) yang sudah dilakukan pemerintah.

Tekan Konsumsi BBM

Sementara itu, Plh Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM Agus Salim mengatakan pembangunan PLTU ini akan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). \"PLTU Amurang bakal menghemat Rp 854 miliar per tahun,\" ujarnya.

PLTU Kendari Unit 2 juga diperkirakan bisa menghemat penggunaan BBM sekitar Rp 482 miliar per tahun. Sedangkan PLTP Lahendong IV bisa menghemat biaya pembangkit listrik hingga Rp 840 miliar per tahun.

Pembangunan PLTS PLTS Miangas, PLTS Bunaken dan PLTS Marampit juga bisa menghemat penggunaan BBM hingga Rp 987 juta per tahun. Begitu juga PLTS Bunaken juga diperkirakan bisa menghemat biaya pembangkitan listrik hingga Rp 2,1 miliar per tahun.

Related posts