Modernland Investasikan Rp 1,9 Triliun di 2013 - Perbanyak Landbank

NERACA

Jakarta – Industri properti saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, maka untuk pengembangan pasar dan menambah landbank PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,9 triliun.

Investor Relation Manager PT Modernland Realty Tbk, Cuncun Wijaya mengatakan, belanja modal ini akan digunakan untuk pembelian tanah di Serang Barat seluas 400 hektar (ha) dan daerah timur Jakarta seluas 750 ha, “Dana belanja modal tahun ini akan lebih banyak untuk menambah lahan baru,”katanya di Jakarta.

Sementara untuk sumber pendanaan belanja modal, kata Cuncun, berasal dari obligasi 2012 sebesar Rp 500 miliar dan hasil penjualan tanah dengan Tangerang Mitra Real Estate (TMRE) seluas 150 hektar yang mencapai Rp 3 triliun. Dimana penjualan tanah tersebut telah disepakati Rp 2 juta permeternya.

Menurut Cuncun, pembayaran tanah seluas 150 ha dilakukan dalam 30 bulan dengan awal transaksi 30 April 2013 dan transaksi berikutnya dilakukan per tiga bulan, dengan masing-masing pembayaran untuk 15 ha.

Adapun akuisisi tanah kosong hingga 2015 seluas 1000 ha di wilayah Cikande (Serang Barat) akan dilakukan selama tiga tahun. \"Tahun ini 400 hektar, tahun besok (2014) 400 hektar, dan tahun berikutnya (2015), sisanya yaitu 200 hektar,”ungkapnya.

Tanah di Cikande, lanjutnya, akan digunakan untuk pembangunan apartemen, perumahan dan ruko yang diperuntukkan sebegai kawasan industri. Sedangkan penjualannya dilakukan pada 2015.

Saat ini, perseroan masih memiliki lahan kosong atau landbank seluas 1000 hektar yang terbagi 445 hektar di area industrial di Cikande, 100 hektar di Cakung, Jakarta Timur, dan di kota modern 15 hektar, di modern hill 9 hektar dan di timur Jakarta seluas 410 hektar. Tercatat per Maret ini, lahan eksisting perseroan sudah mencapai 1000 hektar.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui perombakan susunan direksi dan penambahan komisaris. Disebutkan, ada penambahan Andy Kesuma Natanel selaku Direktur, Komisaris Independen Nita Tanawidjaja digantikan Heblert dan Edwyn Lim diangkat sebagai Komisaris yang sebelumnya Direktur. (bani)

Related posts