Alasan Ekspansi, OCBC NISP Tunda Dividen

NERACA

Jakarta – Meskipun PT Bank OCBC NISP (NISP) berhasil mencatatkan laba bersih tumbuh, namun hal ini tidak membuat perseroan ramah untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Pasalnya, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank OCBC NISP (NISP) menyetujui untuk tidak membagikan dividen 2012.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, tahun ini perseroan belum membagikan dividen karena untuk pengembangan bisnis, “Laba berish yang diperoleh pada 2012 akan diinvestasikan kembali untuk memperkuat posisi permodalan perseroan,”katanya di Jakarta, Rabu (3/4).

Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan memerlukan investasi cukup besar dalam penguatan infrastruktur untuk mendukung perkembangan bank. Oleh karena itu, tahun 2012 perseroan belum bagikan dividen.

Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp915,45 miliar dari periode sama sebelumnya Rp753 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp2,6 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,3 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp79,1 triliun pada 2012. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai pertumbuhan 28% menjadi Rp60,8 triliun pada 2012.

Sebelumnya, ada PT CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang juga menunda bagi dividen untuk tutup buku tahun 2012. Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid menuturkan, laba bersih 2012 sebesar Rp4,23 triliun sepenuhnya akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal 2013.

Sampai saat ini, posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan di kisaran level 14%.“Untuk menjaga kinerja agar tetap tumbuh kita perkuat modal, sehingga tidak bagi dividen,” katanya.

Sebaliknya, PT Bank Mega Tbk (MEGA) bakal bagikan dividen kepada para pemegang saham pada tahun ini. Perseroan berencana membagikan dividen saham maksimum senilai Rp684,5 miliar yang berasal dari laba bersih tahun buku 2012 yang sebesar Rp1,37 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank Mega, Gatot Aris Munandar pernah bilang, dividen yang dibagikan berasal laba bersih tahun buku 2012 dan kapitalisasi saldo laba per tanggal 31 Desember 2011. Rencananya, pembagian dividen saham akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 17 April mendatang. (ria)

Related posts