Bank DKI Kucurkan Modal Kerja Rp100 Miliar

Gandeng Buana Finance

Bank DKI Kucurkan Modal Kerja Rp100 Miliar

Jakarta---Bank DKI terus “memompa” fungsi intermedia perbankan. Salah satunya melakukan kerjasama penyaluran modal kerja senilai Rp100 miliar dengan Buana Finance. Adapun pola kerjasama ini dalam bentuk Term Loan/Executing Loan selama 3 tahun untuk dipinjamkan kepada nasabah Buana Finance.

Demikian kata Direktur Pemasaran Bank DKI, Mulyatno Wibowo kepada wartawan usai menandatangani kerjasama bersama Direktur Utama Buana Finance Soetadi Limin di Jakarta (15/06).

Mulyatno menambahkan modal kerja ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan pengadaan kendaraan bagi nasabah PT. Buana Finance Tbk. “Baik kendaraan roda 4 (empat) atau lebih maupun kondisi baru atau bekas buatan Jepang,”tambahnya.

Lebih jauh Mulyatno menambahkan pengadaaan kendaraan itu juga untuk komersil dan non komersil. Hanya saja, bukan untuk angkot. “Bisa juga untuk keperluan komersiil atau pun non komersil. Namun tidak termasuk angkutan penumpang kota dengan usia kendaraan pada saat pencairan tidak lebih dari 12 (dua belas) tahun,” terangnya.

Pemberian kredit modal kerja ini didasarkan bahwa PT. Buana Finance merupakan salah satu perusahaan multifinance dengan kinerja keuangan dan usaha yang prima serta perusahaan yang dikenal dengan reputasi yang baik di pasar. “Kerja sama dengan multifinance ini dari sisi bank mampu mendorong efisiensi biaya karena tidak langsung masuk ke pasar,” ungkapnya.

Selain itu, kata Mulyatno, Bank DKI juga diuntungkan. Karena bisa lebih efisien dari beberapa segi. “ Kita bisa menghemat dari segi monitoring, lokasi dan transportasi” ujar Mulyatno.

Bank DKI pun dapat menggunakan jaringan multifinance untuk menjangkau konsumen. Di tahun 2011 ini, Bank DKI memang berencana untuk meningkatkan penyaluran kredit melalui linkage business baik channeling maupun joint financing yang diberikan melalui koperasi, perusahaan multi finance, dan BPR.

Didalam pemberian kredit, lanjut Mulyatno, Bank DKI senantiasa menjaga keseimbangan dalam mencapai pertumbuhan kredit yang baik, berkualitas dan menghasilkan return yang optimal. “Intinya, kita jaga pertumbuhan kredit yang berkualitas,”tandasnya.

Hal tersebut ditempuh dengan menyeimbangkan proporsi kredit produktif dan non produktif, dibarengi dengan penerapan manajemen risiko yang lebih baik serta dengan lebih mendorong peningkatan sinergi melalui aliansi strategi antar bisnis unit, imbuh Mulyatno.

Seperti diketahui, Bank DKI merupakan bank yang sahamnya 99,84% dimiliki oleh Pemprov DKI jakarta dan 0,16% dimiliki oleh PD Pasar Jaya. Bank DKI melayani berbagai jenis jasa dan layanan baik konvensional dan syariah sebagaimana perbankan lainnya, mulai dari produk dana yaitu giro, tabungan monas, tabungan simpeda, tabunganku dan deposito, juga melayani berbagai jenis kredit dan pembiayaan mulai kredit investasi, kredit modal kerja, kredit multiguna, kpr griya monas, kredit usaha rakyat (kur) kredit kumk monas, serta kredit-kredit lainnya. **cahyo

Related posts