Pengamat Desak Pemerintah untuk Dikendalikan - Inflasi Bahan Makanan

NERACA

Jakarta- Pengamat ekonomi Indef Erany Yustika mengatakan pemerintah harus segera mengendalikan inflasi bahan makanan sebagai upaya mitigasi bertambah buruknya kemungkinan inflasi 2013.

\"Pemerintah harus segera mengendalikan inflasi yang bersumber dari bahan makanan. Ini menjadi tantangan untuk meminimalkan kemungkinan lebih buruk, karena pada bulan Juni sudah musim paceklik dan kemarau, sehingga kemungkinan terjadi inflasi lagi,\" ujar Erany dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan dengan inflasi Maret 2,4 persen \"year to date\" (Ytd), sudah sangat sulit mencapai target inflasi 2013 oleh pemerintah sebesar 4,9 persen. Dia juga memperkiraan target inflasi 2013 oleh Bank Indonesia sebesar 5,5 persen sulit dicapai.

\"Saya memperkirakan akan di atas 5,5 persen. Pemerintah harus memiliki upaya mitigasi, dan menurut saya dengan inflasi tinggi Maret ini, langkah pemerintah menaikkan BBM menjadi tidak realistis, baik secara ekonomi maupun politik,\" kata dia.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyaningsih memperkirakan target inflasi tahun 2013 yang dipatok pemerintah sebesar 4,9 persen akan sulit tercapai jika melihat tren kenaikan harga bahan pokok ke depan yang diperkirakan berlanjut hingga Juli.

\"Target pemerintah 4,9 persen sepertinya sulit tercapai karena inflasi akan berlanjut hingga Juli,\" kata Lana.

Lana menjelaskan sulitnya menembus angka target pemerintah disebabkan inflasi Maret \"year to date\" (Ytd/tiga bulan terakhir) sudah sebesar 2,4 persen. Jika dihitung kasar secara tahunan, maka inflasi Indonesia akhir 2013 bisa mencapai sembilan persen.

\"Dalam waktu tiga bulan inflasinya sudah 2,4 persen, kalau disetahunkan ya di kali empat menjadi sekitar sembilan persen,\" kata dia.

Lana mengatakan apabila pemerintah bisa melakukan upaya menekan harga bahan makanan, maka inflasi bisa ditekan. Namun dia memprediksikan inflasi tetap tidak akan bisa mencapai 4,9 persen.

\"Upaya menekan bahan makanan tetap sulit mencapai 4,9 persen. Mungkin maksimal 5,5 persen atau sesuai target yang dipatok Bank Indonesia. Kecenderungan inflasi dari Maret akan berlanjut hingga Juli, sedangkan deflasi kemungkinan terjadi pada September dan Oktober,\" kata dia.

Lana mengatakan Bank Indonesia sendiri menargetkan inflasi tahun 2013 sebesar 5,5 persen. Target itu masih mungkin dicapai asalkan pemerintah benar-benar memanfaatkan deflasi yang terjadi pada September dan Oktober,\" kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi Maret 0,63 persen didorong kenaikan harga bawang dan daging. Secara year on year (yoy) tercatat 5,9 persen dan ytd 2,43 persen. Inflasi Maret ini tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Lana mengatakan inflasi Maret cukup mengkhawatirkan. Dia mengatakan hal ini disebabkan efek kebijakan pemerintah yang kurang mengantisipasi impor hortikultura.

Pengamat ekonomi EC-Think Telisa Feliyanti mengatakan target inflasi yang dipatok BI dan pemerintah masih berpeluang dicapai. Pemerintah harus bekerja keras mengendalikan inflasi, misalnya di sisi suplai dan kebijakan inovatif di bidang pangan dan energi, termasuk segera menurunkan biaya logistik. [ardi]

Related posts