BPK: Belanja Modal Jadi Penyebab - Rugi RP817,47 Miliar

NERACA

Jakarta- Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya penyimpangan atas pengelolaan belanja modal untuk fasilitas umum senilai Rp817,47 miliar yang terdiri atas 1.453 kasus.

\"Data hasil pemeriksaan BPK menunjukkan bahwa temuan terkait dengan belanja modal untuk fasilitas umum terjadi secara berulang dari tahun ke tahun serta terjadi di entitas pemerintah pusat dan daerah,\" kata Ketua BPK RI Hadi Poernomo saat menyampaikan sambutan terkait dengan penyerahan Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2012 di Jakarta, Selasa.

Hadi mengatakan bahwa angka Rp817,47 miliar tersebut mengungkapkan adanya penyimpangan ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan potensi kerugian negara serta kekurangan penerimaan dalam belanja modal.

Ia menambahkan secara umum kasus penyimpangan tersebut terjadi karena adanya kelalaian rekanan yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perjanjian dalam kontrak dan ketidakcermatan konsultan pengawas, pejabat pembuat komitmen, serta panitia pengadaan dalam melaksanakan tugas.

\"Selain itu, juga ada kelemahan pengawasan dan pengendalian dari pejabat maupun pimpinan entitas,\" ujar Hadi.

Hadi mengharapkan anggota DPR RI dapat memberikan perhatian atas permasalahan pengelolaan belanja modal agar tidak terus berulang dan kerugian yang ada dapat dikembalikan.

\"BPK membuka diri untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut pada kesempatan yang bisa kita tentukan bersama,\" katanya.

Hasil pemeriksaan belanja modal untuk fasilitas umum merupakan kompilasi dari hasil pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT).

Pemanfaatan belanja modal untuk fasilitas umum di antaranya untuk pengadaan gedung dan bangunan, jalan, jembatan, irigasi, dan jaringan telekomunikasi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja modal per Desember 2012 hanya mencapai Rp148,2 triliun atau 79,6 persen dari pagu APBN-Perubahan senilai Rp176,1 triliun.

Rendahnya realisasi belanja modal merupakan salah satu penyebab target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2012 tidak tercapai dan hanya tercatat sebesar 6,23 persen dari asumsi 6,5 persen. [ardi]

BERITA TERKAIT

CAKK Catatkan Pendapatan Rp 274,48 Miliar

NERACA Jakarta - Di tahun 2018, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 274,48 miliar atau…

DEAL Kantungi Kontrak Baru Rp 94 Miliar

Di kuartal pertama 2019, PT Dewata Freightinternational Tbk. (DEAL) melakukan perjanjian kerja sama dengan nilai kontrak maksimal Rp94 miliar atau…

Pengelola APBD 600 Miliar Diperebutkan 4 Pejabat Lokal - Lelang Jabatan Kota Depok

Pengelola APBD 600 Miliar Diperebutkan 4 Pejabat Lokal Lelang Jabatan Kota Depok NERACA Depok - ‎Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Tetapkan Tarif Ojek Online Naik

  NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menetapkan biaya tarif ojek online. Tarif terbaru ini…

Ekonomi Terus Tumbuh, Easywell Targetkan Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengalami pertumbuhan…

6,4 Juta Liter BBM Diselewengkan

  NERACA   Jakarta – Badan Penyalur Hilir Migas (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Hasilnya, sejak 2016 hingga…