Menjaga Pertumbuhan Indeks

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Di kuartal pertama tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatat kinerja yang positif dengan target transaksi harian yang telah berhasil dicapai melebihi yang ditetapkan sebesar Rp 5,5 triliun. Derasnya transaksi asing menjadi \"juru penyelamat\" melesatnya pergerakan indeks ketimbang dampak dimajukannya jam perdagangan bursa.

Tercatat sampai dengan Maret 2013, rata-rata transaksi harian bursa telah mencapai Rp6,28 triliun atau naik dibandingkan kuartal pertama 2012 sekitar Rp4,42 triliun. Tidak hanya itu, prestasi BEI juga dibuktikan dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terus tumbuh hingga di level. 4.900. Meski pergerakan indeks BEI terus berfluktuatif, namun lambat tapi pasti posisinya berada di zona positif yang tidak jauh dari level 4.800.

Bahkan mengakhiri perdagangan Selasa (2/4), IHSG ditutup naik 19,676 poin (0,40%) ke level 4,957.251. Sementara Indeks LQ45 naik 3.496 poin (0,42%) ke level 837,016. Dengan hasil ini, indeks kembali mencatatkan rekor barunya, setelah pada perdagangan akhir pekan lalu sempat mencetak rekor di level 4.928,102 dengan melonjak 85,583 poin (1,77%).

Tentunya, momentum pertumbuhan indeks BEI ini bisa terus terjaga hingga akhir tahun dan bahkan bisa menembus level 5.000. Hal ini sangat beralasan, karena selama ini menjaga pertumbuhan indeks BEI bukan perkara mudah. Selain pengaruh sentimen global dan regional, kinerja keuangan emiten dan ekonomi makro juga memberikan peran terhadap pertumbuhan IHSG.

Pengalaman tahun 2008 membuktikan jelas, sentimen negatif krisis AS memberikan dampak signifikan terhadap kinerja IHSG kendati perekonomian dalam negeri tidak seburuk seperti di Negeri Paman Sam itu. Hanya saja, kepanikan investor lokal yang terus berebut menjual atau keluar dari pasar saham makin memperkeruh pergerakan indeks BEI ke level paling buncit. Bahkan kala itu, mencegah dampak yang buruk otoritas pasar modal akhirnya memutuskan untuk melakukan suspensi atau penghentian perdagangan sementara transaksi saham.

Belajar dari pengalaman, menjaga pertumbuhan IHSG sangat dirasakan penting agar industri pasar modal dalam negeri makin likuid. Cara yang mudah untuk menjaga pertumbuhan tersebut dengan memperkuat investor lokal dibandingkan investor asing. Hal ini dimaksudkan agar stabilitas indeks BEI tetap terjaga dan tidak tergoyah dari dampak sentimen global dan regional.

Selama ini, rentannya koreksi pertumbuhan indeks BEI lebih pengaruhi derasnya dana asing yang masuk di pasar modal. Kemudian keluar dan masuknya dana asing juga memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks BEI. Apalagi, ketika ada dampak dari sentimen global, dana asing dengan mudah keluar dan imbasnya indeks BEI juga ikut terkerek anjlok.

Oleh sebab itu, melibatkan lebih banyak investor ritel dalam industri pasar modal bisa menjadi cara untuk mempertahankan pertumbuhan indeks BEI. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pertumbuhan indeks BEI bisa mengalahkan indeks Dow Jones, karena peluang tersebut terbuka lebar dengan terus mengedukasi masyarakat pentingnya investasi saham di pasar modal untuk jangka panjang.

Related posts