Menteri Agama Jamin Kualitas Pelayanan Tak Berubah - BPIH 2013 Turun

NERACA

Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menjamin penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 yang telah disepakati oleh DPR RI pada 1 April 2013 kemarin, tidak akan mengubah kualitas pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia. \"Turunnya biaya penyelenggaraan haji tidak berarti turunnya kualitas pelayanan haji. Ini menjadi perhatian kami, kualitas tidak boleh turun,\" kata Suryadharma Ali dalam keterangan pers di Istana Presiden di Jakarta, Selasa (2/4).

Dia mengatakan, berdasarkan pembahasan dengan Komisi VIII DPR maka diputuskan penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 dari rata-rata US$3.617 pada 2012 menjadi US$3.527. Menurut dia, biaya rata-rata itu diambil dari BPIH dari 12 embarkasi yang ada dengan berbagai variasi biaya.

Seperti embarkasi Banda Aceh pada 2013 BPIH yang dikenakan sejumlah US$3.253, Medan US$3.267, Batam US$3.357, Padang US$3.329, Palembang US$3.381, Jakarta US$3.522, Surabaya US$3.616 serta Lombok US$3.582. Penurunan biaya BPIH 2013 dibandingkan 2012 bervariasi untuk sejumlah daerah, meski secara nasional rata-rata US$90.

\"Seperti di Jakarta pada 2013 pada US$3.522 dibandingkan 2012 ada penurunan US$116. Seperti untuk Surabaya pada 2013 US$3.619 dan pada 2012 US$3.738, maka ada penurunan US$119,\" papar Suryadharma. Lebih lanjut dia mengatakan, keputusan Komisi VIII DPR ini menunjukkan adanya peningkatan subsidi kepada jamaah haji Indonesia.

Subsidi tersebut, anggarannya berasal dari setoran awal yang jamaah simpan di Kementerian Agama yang kemudian menghasilkan manfaat atau bunga dalam istilah perbankan konvensional. \"Pada 2010 subsidi yang diberikan sebesar Rp7,6 juta, pada 2011 sebesar Rp11 juta atau 19% dari total BPIH yang harus dibayar saat itu, pada 2012 sebesar Rp12,9 juta atau 21% dari BPIH yang harus dibayarkan dan pada 2013 subsidi yang diberikan Rp16,1 juta atau 34% dari total BPIH yang harus dibayarkan,\" ujar dia.

Tak hanya itu saja. Suryadharma Ali menuturkan kenaikan harga sewa rumah pemondokan haji pada 2013 tidak akan mempengaruhi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). \"Ada kenaikan sewa perumahan hingga komponen biaya perumahan 2012 yang mencapai 30% (dari total BPIH) menjadi 32% pada 2013 sehingga ada kenaikan dua persen,\" katanya.

Dia memaparkan, kenaikan ini sudah ditekan sedemikian rupa sehingga tidak dibebankan kepada jamaah haji. \"Ini adalah kenaikan yang sudah ditekan sedemikian rupa sehingga biaya dari seluruh komponen ini, termasuk kenaikan dari sisi sewa perumahan, tidak dibebankan kepada jamaah,\" terangnya.

Pada 2012, pemerintah mematok harga sewa rumah yang dibayarkan melalui BPIH sebesar 3.150 real, sedangkan biaya sewa rumah saat itu 4.300 real, sehingga ada subsidi 1.150 real. \"Pada 2013 sewa rumah mencapai 4.998 real, jamaah membayar melalui BPIH sebesar 2.294 real. Ini turun dibandingkan dengan kewajiban pembayaran jamaah pada 2012,\" ungkap dia.

Kemajuan yang didapat oleh pemerintah pada 2013, kata Suryadharma, rumah yang harus disewa semakin sedikit karena pemerintah berhasil menyewa gedung dengan kapasitas yang lebih besar.

Pada 2012, ada lebih dari 300 rumah yang disewa dan saat ini ada 219 rumah atau pemondokan yang disewa. Untuk sarana transportasi, jika tahun lalu masih ada bagasi yang ditempatkan di atas bus, maka mulai 2013 tidak ada lagi bagasi yang ditempatkan di atas bus. [ardi]

Related posts