BI: Nasabah Berhak Tolak Gesek Kartu Kredit - Hindari Pencurian Data

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menawarkan beberapa tips untuk menghindari terjadinya pencurian data dari kartu kredit nasabah. Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi pencegah agar pencurian data kartu nasabah seperti yang terjadi di gerai Body Shop belum lama ini, tidak lagi terulang.

“Sejak 1 Januari 2010 kartu kredit sudah mandatory pakaichip. Jadi memang tidak bisa di-swipe(digesek). Sekarang pun sistemnya sudah menolak kalau kartu kredit di-swipe,” ujar Direktur Grup Hubungan Masyarakat BI, Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Selasa (2/4).

Sebagai pemegang kartu kredit, setelah transaksi dilakukan di mana kartu sudah dimasukkan (diping) ke dalamelectronic data capture(EDC), maka nasabah berhak menolak bila kasir akan menggesek kartu kredit ke mesin kasir (cash register).

“Jika transaksi sudah selesai, tegurlah kasir jika kartu kreditnya akan digesek lagi (swipe) di mesin register kasir. Karena sejak kartu kredit pakaichip,per 1 Januari 2010, transaksi hanya diproses denganchip, di-dip(dimasukkan ke mesin), dan tidak lagiswipe,” tukas Difi.

Selain itu, lanjut dia, selalu aktifkan telpon selular setiap saat agar menerimaalert(pemberitahuan) transaksi dari bank penerbit, dan segera informasikan ke bank jika ada perubahan nomor ponsel.

“Teliti dan cek transaksi di lembar tagihan, terutama jika ada transaksi yang tidak dilakukan sendiri oleh pemegang kartu. Segera kontak bank dan minta klarifikasi jika ada transaksi yang tidak sesuai. Segera minta ganti kartu jika sudah diberitahu bank, bahwa kartu diblokir dan minta untuk diganti,” imbuhnya.

Difi menambahkan, yang terpenting, biasakan untuk membayar tagihan sebelum jatuh tempo, baik sekali lunas atau mengangsur. Hal ini merupakan cara agar nasabah kartu kredit terhindar dari pengenaan bunga dan denda. BI, kata dia, telah mengeluarkan aturan mengenai alat pembayaran menggunakan kartu, di mana untuk kartu kredit dikeluarkan berbagai aturan baru yang fungsinya memperketat dan meningkatkan sisi kehati-hatian bank dalam menerbitkan kartu kredit.

Dari sisi pengamanannya, bank sentral telah mengeluarkan aturan migrasi kechip, dan penerapan nomor identifikasi pribadi (PIN). “Migrasi kechipsudah dilakukan, dan untuk PIN ini akan diberlakukan sejak 1 Januari 2015. Jadi semua kartu kredit pakaichipdan PIN sebanyak enam digit (sebagai pengamanan ganda). Jadi tidak pakai tandatangan lagi,” tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

Prabowo Salah Data Lagi, Warga Jawa Tengah Protes

Prabowo Salah Data Lagi, Warga Jawa Tengah Protes NERACA Jakarta - Sebagai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sering…

REALISASI PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…