BEI Daftarkan Tiga Saham Baru Short Selling

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan memasukkan tiga saham baru ke dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan secara \"margin\" dan \"short selling\". Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre P.J Toelle, tiga saham tersebut adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP).

Dia mengemukakan, otoritas Bursa menerbitkan daftar 57 saham yang dikategorikan dapat di transaksi secara \"margin\". Selain itu, Bursa juga memasukkan sebanyak 52 efek yang memenuhi syarat untuk ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek oleh anggota bursa bagi nasabah yang mengakibatkan posisi \"short\".\"Daftar efek tersebut mulai berlaku pada 1 April 2013 dan pengumuman itu sekaligus mencabut pengumuman BEI per 22 Februari 2013 tentang Efek yang dapat Ditransaksikan dan dijaminkan dalam rangka transaksi margin atau transaksi short selling,\"ujarnya.

Transaksi margin merupakan transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh perusahaan efek. Sedangkan \"short selling\" yakni transaksi penjualan efek dimana efek dimaksud tidak dimiliki oleh penjual pada saat transaksi dilaksanakan.

Secara terpisah, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan peningkatan kinerja ketiga saham itu dinilai positif sehingga masuk ke dalam daftar efek \"margin\" dan \"short selling.

Dia mengharapkan likuiditas perdagangan saham-saham itu dapat lebih aktif lagi ke depannya seiring dengan sektor infrastruktur dan properti sedang postif.\"Meski demikian, perlu diperhatikan juga oleh investor adalah pemakaian fasilitas \"margin\" dan \"short selling\" sebaiknya bukan dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang namun lebih bersifat spekulasi jangka pendek (trading),\" paparnya. (Bani)

BERITA TERKAIT

Pengecualian Taksi Online Lintasi Kawasan Ganjil Genap, Timbulkan Masalah Baru

Jakarta, Upaya pemberian tanda khsusus bagi taksi online untuk dapat memasuki area atau lintasan ganjil-genap agar tidak diimplementasikan. Selain merupakan…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…