AXA Indonesia Fokus Kembangkan Asuransi Kesehatan - Pangsa Pasar Masih Besar

NERACA

Jakarta - PT Asuransi AXA Indonesia mengaku saat ini sedang fokus mengembangkan bisnis asuransi kesehatan karena melihat potensi pangsa pasar (market share) yang besar sehingga dapat diraih. Direktur Utama Asuransi AXA Indonesia, Elvis Liongosari, mengatakan sesuai arahan dari AXA Group dan komitmen AXA Indonesia untuk menjadi pakar di bidang asuransi kesehatan, maka AXA General Insurance akan fokus pada inisiatif untuk meningkatkan pertumbuhan pangsa pasar mereka.

\"Asuransi kesehatan merupakan salah satu porsi utama AXA General Insurance. Kami melihat bisnis ini mengalami pertumbuhan sebesar 57% selama lima tahun terakhir. Bisnis asuransi kesehatan di Indonesia memiliki peluang cukup bagus,\" kata Elvis di Jakarta, Selasa (2/4). Dengan demikian, dia mengatakan, untuk menangkap peluang tersebut, AXA General Insurance siap melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung perkembangan pasar.

Memang, Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat hanya tiga persen masyarakat Indonesia yang memiliki perlindungan kesehatan. \"Saat ini produk asuransi kesehatan AXA dijual melalui berbagai jalur distribusi yaitu agen, broker, penjualan langsung melalui kantor cabang dan bancassurance bekerjasama dengan HSBC dalam penjualan salah satu produk kesehatan, “ProMedicare”,\" terang dia.

Elvis juga mengatakan, tahun ini PT Asuransi AXA Indonesia akan tetap fokus mengembangkan jalur distribusi agen untuk memperkuat jumlah agen yang saat ini berjumlah 535 orang. \"Selain itu, kami berencana untuk membuka jalur distribusi bancassurance dan kantor pemasaran di Makassar dan Balikpapan untuk menambah jaringan yang sudah ada. Saat ini, kami baru memiliki lima kantor cabang di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan,\" tuturnya.

Terkait akan diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 2014 mendatang, Elvis mengungkap kalau penerapan SJSN ini merupakan kesempatan besar untuk memperbesar pasar bisnis asuransi kesehatan.

\"Ada indikasi kebutuhan akan perlindungan kesehatan yang lebih komprehensif dari kelompok kelas menengah yang tidak tercakup SJSN. Kelompok adalah potensi pasar yang besar,\" jelasnya. Elvis mengatakan, dengan penerapan SJSN justru ada edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan.

Dengan keterbatasan jaminan kesehatan yang diberikan melalui SJSN, justru menjadi peluang bagi perusahaan asuransi. \"AXA Indonesia melihat ada kesempatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih daripada SJSN terutama bagi kelompok-kelompok yang belum merasa cukup dengan fasilitas yang diberikan,\" papar Elvis.

Oleh karena itu, menjelang penerapan SJSN pada 1 Januari 2014, PT Asuransi AXA Indonesia akan meningkatkan pelayanan klaim dan konsumen menjadi lebih baik. Dengan strategi itu, diharapkan nama AXA semakin lebih dikenal sebelum penerapan SJSN.

Terkait kinerja, Elvis menargetkan peroleh premi perseroan pada 2013 mencapai Rp580 miliar atau bertumbuh 40% dibandingkan tahun sebelumnya. \"Tahun 2012 peroleh premi asuransi AXA mencapai Rp425 miliar atau bertumbuh 38%. Dengan berbagai inisiatif untuk mengembangkan pasar kami menargetkan perolehan premi tahun ini tumbuh 40%,\" terang dia.

Selain asuransi kesehatan, produk asuransi AXA lainnya adalah asuransi komersial, yang mengandalkan perolehan premi dari marine-cargo, serta asuransi ritel, yang mengandalkan asuransi perjalanan dan otomotif. Asuransi kesehatan AXA khusus menggarap ke sektor korporasi. Artinya, perseroan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menjual produk asuransi. [ardi]

Related posts