Kepemilikan Asing di Obligasi Turun Jadi Rp13,33 Triliun

NERACA

Jakarta- Adanya tekanan inflasi di tahun ini yang antara lain ditengarai oleh kenaikan tarif dasar listrik, BBM, dan upah dinilai juga berimbas pada kepemilikan obligasi korporasi. Dari data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan investor asing mengalami penurunan sebesar 2,91% menjadi Rp13,33 triliun pada Maret 2013 dari periode Februari 2013 sebesar Rp13,73 triliun.

Kata analis PT NC Securities, Made Adi Saputra, investor asing melakukan rebalancing portofolio investasinya sehingga mempengaruhi penurunan kepemilikan obligasi korporasi. Hal tersebut seiring dengan tekanan inflasi yang meningkat. “Ini berpotensi mendorong penurunan harga di pasar sekunder. Sementara itu, di pasar saham masih memberikan imbal hasil menarik.” ucapnya di Jakarta, Selasa (2/4).

Oleh karena itu, lanjut dia, ada pergeseran portfolio dari obligasi korporasi ke saham. Hal ini tentu bukan tidak beralasan, pertumbuhan IHSG saat ini yang tercatat sebesar 14,16% dipicu dari transaksi yang mengalami peningkatan dan pergerakan saham-saham lapis dua dan tiga, selain saham blue chip yang menjadi incaran investor.

Bahkan, pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 19.676 poin (0,40%) ke level 4,957.251. Kenaikan indeks tersebut tercatat dengan frekuensi transaksi mencapai 201.190 kali pada volume 8,787 miliar lembar saham senilai Rp6,16 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 113 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Sementara pada semester pertama tahun ini, BEI mencatat mencatat total emisi obligasi dan sukuk di kuartal pertama 2013 mencapai Rp15,61 triliun dari 13 emiten. Nilai tersebut bertambah dengan adanya pencatatan sukuk subordinasi mudharabah berkelanjutan I tahap II tahun 2013 senilai Rp700 miliar oleh PT Bank Muamalat Tbk.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA (sy) (Single A Syariah) untuk aksi korporasi ini. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dengan hasil tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 217 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp197,13 triliun dan USD100 juta, yang diterbitkan oleh 91 emiten. Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp861,51 triliun.

Selain PT Bank Muamalat Tbk, emiten yang juga akan mencatatkan penerbitan obligasinya, antara lain PT Medco Energy International Tbk (MEDC) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). PT Medco Energi International Tbk (MEDC) akan menerbitkan obligasi tahap II tahun 2013 sebesar Rp1,5 triliun bertenor lima tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi antara lain PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Adapun posisi wali amanat diserahkan kepada PT Bank Mega Tbk. (lia)

Related posts