Manulife Aset Management Catatkan Dana Kelola Rp 160 Miliar - Reksa Dana SMC Plus

NERACA

Jakarta - PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) mencatat dana kelolaan produk reksa dana (RD) saham SMC Plus yang diluncurkan pada 27 Febuari 2013 telah mencapai Rp160 miliar.

Director of Business Development MAMI Putut Andanawarih masih optimis, sampai akhir tahun total dana kelolaan dari produk tersebut bisa mencapai Rp1 triliun, “Kita percaya produk ini akan terus berkembang. karena kita telah bicara dengan bank-bank partner kami menyukai konsep dari produk ini. Namun, saat ini untuk pemasaran dari bank-banknya masih menunggu izin Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/4).

Seperti diketahui, produk ini berdasarkan penempatannya, dialokasikan ke saham-saham pilihan berkapitalisasi kecil (small-cap) dan menegah (mid-cap). Dengan produk ini masyarakat bisa memulai berinvestasi dengan minimum pembelian Rp100.000. Produk ini akan mengalokasikan 80%-100% dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di instrumen saham dan 0%-20% di instrumen pasar uang dalam negeri.

Perseroan sendiri mengklaim, hadirnya reksa dana murah didasarkan kebutuhan pasar. Dimana sebagian investor memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap resiko. Pasalnya, sejauh ini investor bersedia menerima resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Reksa dana Manulife Saham SMC Plus ini, memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham yang berinvestasi di saham-saham berkapitalisasi besar. Oleh karena itu, investor yang ingin berinvestasi melalui reksa dana baru ini harus memiliki jangka waktu investasi yang lebih panjang, karena pengaruh volatilitas cenderung akan menurun seiring dengan berjalannya waktu.

Asal tahu saja, PT Manulife Asset Management menargetkan dapat meningkatkan dana kelola sebesar 20% di tahun 2013 dari target akhir tahun ini yang diproyeksikan bisa mencapai Rp40 triliun. “Di tahun depan dana kelola masih bisa tumbuh sekitar 20% dari target akhir tahun ini.”kata Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut akan didorong oleh kinerja perusahaan melalui strategi marketing dan pertumbuhan investasi. (bani)

Related posts