Pulau Nusakambangan, Keindahan Alam yang Tersembunyi

Siapa yang tidak tahu pulau Nusakambangan? Bagi sebagian orang mungkin terdengar sangat menyeramkan. Pulau Nusakambangan memang menjadi beberapa tempat bagi tahanan yang berbahaya. Dipulai ini jugalah tahanan-tahanan beberapa terpidana mati tinggal, namun ternyata pulau Nusakambangan menyimpan keindahan alam yang tersembunyi yang pantas untuk dikunjunggi. Disamping itu terdapat peninggalan bersejarah yaitu monumen artileridan benteng pertahanan(peninggalan Belanda).

Terletak disebelah selatan Kota Cilacap dan dipisahkan dari Pulau Jawa oleh Segara Anakan. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Cilacap. Namun demikian Pulau Nusakambangan berada dibawah tanggung jawab khusus Departemen Kehakiman dan HAM. Potensi yang dimiliki oleh Pulau Nusakambangan antara lain, Goa Ratu, Pantai Permisan, Pantai Pasir putih.

Pantai Segara Anakan

Segara Anakan terletak di belakang Pulau Nusakambangan wilayah Kabupaten Cilacap. Segara Anakan merupakan Laguna yang unik di pantai selatan Pulau Jawa dengan ekosistem rawa bakau (mangrove) yang memiliki komposisi dan stuktur hutan terlengkap di Pulau Jawa. Berbagai komponen sumber daya hayati berupa flora, habitat berbagai jenis fauna, betang alam daratan dan bentang alam perairan yang beinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan ekosistem alami.

Segara Anakan merupakan bagian dari kawasan Nusakambangan yang membentuk suatu paduan alam yang menawan. Segara Anakan dan Nusakambangan merupakan tempat wisata alam yang ideal. Panorama bentang alam dan keunikannya menyajikan suatu pemandangan yang menakjubkan. Nikmati paduan keindahan dan keunikan penuh nuansa petualangan yang mengasyikan.

Benteng Pendem

Komplek Benteng Pendem yang dalam bahasa Belanda disebut \"Kusbattery op de lantong te Cilacap\" ini dikelilingi parit selebar 12 m, sebagian masih dapat dilihat sampai sekarang. Selain parit juga terdapat tembok keliling yang dilengkapi dengan lubang-lubang pengintaian yang sekaligus merupakan lubang untuk menembak.

Benteng Pendem ini merupakan benteng yang unik dan tidak ada duanya di Indonesia, karena sebagiain besar bangunan fisik benteng terpendam di dalam tanah, dengan luas ± 6,5 hektar. Bagian dalam benteng terdapat sejumlah bangunan baik yang didirikan di bawah tanah maupun yang tampak dipermukaan tanah. Dari angka-angka yang tertera pada bangunan tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan benteng didirikan tahun 1861 – 1879.

Adapun bagian-bagian dari benteng adalah sbb: Barak tentara, Tempat pertahanan Ruang bawah tanah/ terowongan, Ruang amunisi, Ruang penjara, Ruang senjata, Ruang akomodasi, Ruang kesehatan, Sumur, Bangunan benteng, Bangunan gudang dan dapur, Bangunan gudang perlengkapan, Bangunan barak prajurit, Ruang perwira, Bangunan pengintai, Bangunan parit.

Lokasi Benteng Pendem secara administrasi terletak di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan berada di kawasan Teluk Penyu, ± 300 meter disebelah barat pantai Teluk Penyu. Fasilitas yang tersedia : Pusat informasi pariwisata, sitting group, gardu pandang, tempat bermain, ticket box, gapura, tempat parkir yang luas, rumah makan, kios cenderamata.

BERITA TERKAIT

Aturan yang Kondusif Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian

      NERACA   Jakarta - Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kinerja ekspor…

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri NERACA Jakarta - Ditujukan ke Asia Tenggara, yang mana minat…

Pertumbuhan Industri Kopi Yang Didukung Pasokan Listrik PLN

    NERACA   Jakarta - Industri kopi di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang masif, bahkan minum kopi dijadikan gaya…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…