Sedikit Pengaruh Jam Perdagangan Bursa - Transaksi Harian Capai Target

NERACA

Jakarta– Sepanjang kuartal pertama tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencapai target transaksi harian di bursa sekitar Rp 5,5 triliun. Dimana sampai dengan Maret 2013, rata-rata transaksi harian bursa telah mencapai Rp6,28 triliun atau naik dibandingkan kuartal pertama 2012 sekitar Rp4,42 triliun.

Analis PT Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, transaksi harian di bursa lebih banyak di dorong tingginya aktivitas transaksi asing, yang merespon positif kinerja emiten yang positif dibandingkan dengan dampak pemajuan jam perdagangan bursa, “Pemajuan jam perdagangan memang sedikit pengaruh terhadap transaksi harian bursa, namun tidak signifikan. Tingginya rata-rata transaksi harian bursa bila dibandingkan tahun sebelumnya dikarenakan kinerja emiten yang positif. Hal ini mendorong investor asing masuk ke Indonesia,”katanya di Jakarta, Senin (1/4).

Dia menambahkan, kinerja emiten di bursa saham Asia sendiri tercatat jauh lebih baik dibandingkan emiten di Amerika Serikat dan Eropa sehingga mendorong investor asing untuk masuk pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, kondisi tersebut secara langsung membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor-rekor barunya di tahun ini.

Hal senada juga pernah disampaikan, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang yang menilai, peningkatan rata-rata nilai transaksi bursa karena likuiditas investor asing. “Ada switching obligasi ke pasar saham. Ini juga yang terjadi di Amerika,”jelasnya.

Hal tersebut, lanjutnya, dikarenakan yield dari pasar saham lebih besar dari obligasi. Apalagi pasar obligasi akan stagnan selama belum terlihat adanya kenaikan atau penurunan tingkat suku bunga. “Secara keseluruhan, terutama masuknya investor baru dari obligasi yang melihat return saham lebih besar,” jelas Edwin.

Sementara Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia 2013 yang masih positif salah satu pendorong pelaku pasar asing masih masuk ke pasar saham domestik. \"Ekonomi makro yang stabil akan berdampak signifikan terhadap pasar modal,\"katanya.

Merespon hal tersebut, Direktur BEI Ito Warsito mengatakan, pihaknya belum berniat menaikan target rata-rata transaksi harian bursa tahun ini yang dipatok Rp5,5 triliun, “Kita belum berencana merevisi target harian, karena transaksi kadang ada masa sepi dan ramai. Itu alamiah, “ujarnya.

Menurutnya, perjalanan selama satu tahun ini masih panjang dan karena alasan itulah, BEI belum berniat merevisi target transaksi harian. Meskipun target transaksi harian saat ini, telah melampaui. (bani)

BERITA TERKAIT

Neraca Perdagangan Sumatera Selatan Surplus Juni 2019

Neraca Perdagangan Sumatera Selatan Surplus Juni 2019   NERACA Palembang - Neraca perdagangan Provinsi Sumatera Selatan mencatat surplus sebesar 251,78 juta…

Polisi Imbau Masyarakat Hubungi Hotline untuk Transaksi Properti Aman

Polisi Imbau Masyarakat Hubungi Hotline untuk Transaksi Properti Aman   NERACA Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar…

Tumbuh 8%, Laba BRI Capai Rp16,16 Triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero mencatat laba konsolidasi pada kuartal II 2019 tumbuh 8,19 persen secara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…