Laba Bersih Pegadaian Rp2,58 Triliun - Kinerja 2012

NERACA

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp2,58 triliun atau sebesar 116,21%, melebihi target yang telah dicanangkan pada awal 2012 yang sebesar Rp2,22 triliun. Kemudian total aset hanya mencapai Rp29,31 triliun atau sebesar 48,93% dari target 2012 yang sebesar Rp34,51 triliun. Dan omzet pada 2012 sebesar Rp101,85 triliun, yang mana omzet tersebut tidak mencapai target yang ditentukan perseroan senilai Rp110,34 triliun.

“Tidak tercapai omzet pada 2012 karena kondisi harga emas ditahun kemarin yang tidak stabil. Selama tujuh bulan mengalami harga yang rendah dan persaingan yang ketat,” kata Dwi Agus Pramudya, Direktur Keuangan Pegadaian, di Jakarta, Senin (1/4).

Pada 2013 ini, Pegadaian menargetkan pendapatan sekitar Rp8,8 triliun. Pendapatan ini naik dari pendapatan 2012 lalu yang sebesar Rp7,7 triliun. “Pendapatan kita sangat dipengaruhi oleh harga emas, semoga di 2013 bisa tetap stabil dan bisa menetapkan standar logam kita,” imbuhnya.

Dwi menerangkan bahwa produk emas berkontribusi sebesar 90% sampai 95% untuk Pegadaian. Asumsinya, dengan sasaran pertumbuhan aset sekitar 30%-40% di 2013. Karena di tahun ini, aset ditargetkan tumbuh mencapai Rp49 triliun, naik dari jumlah yang dicapai di 2012 yang sebesar Rp29,31 triliun. “Strategi perusahaan masih tetap portfolio 85% di gadai, 3% bisnis-bisnis lain seperti fidusia atau emas, 12% untuk gadai syariah,” terangnya.

Sementara, laba bersih ditargetkan tumbuh 20% di 2013, dari target laba perseroan yang sekitar Rp2 triliun pada 2012. Laba ini akan ditopang dari bisnis gadai konvensional. Karena untuk pendapatan 2012, perseroan memperkirakan akan mencapai Rp6-7 triliun. Dengan pertumbuhan laba bersih sebesar itu, maka manajemen PT Pegadaian mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 25%. “Omzet gadai sekitar Rp126 triliun, dikonversikan dengan outstanding keseluruhan Rp36 triliun,” imbuhnya.

Terkait pembiayaan tahun ini, Pegadaian menargetkan angka sebesar Rp34 triliun dari target penyaluran pembiayaan 2012 sebesar Rp29 triliun. Untuk memenuhi ini, Pegadaian akan meluncurkan obligasi sebesar Rp5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mencapai target di 2013. “Obligasi untuk mencapai target semua itu kita memerlukan tambahan dana sekitar Rp8 triliun. Kita akan tambah dengan bentuk obligasi dan dana-dana perbankan,” ucapnya.

Dwi melanjutkan, jika pemegang saham memberikan izin, maka obligasi tahap pertama akan diterbitkan pada Juni 2013. Dana obligasi tahap pertama ini sekitar Rp2 triliun. Selain itu, dana-dana tersebut akan dikombinasikan antara dana obligasi dengan dana perbankan.

“Rasionya yaitu 60% untuk pinjaman perbankan dan 40% untuk obligasi. Dana perbankan dan obligasi sengaja kita kombinasi, agar meminimalisir terjadinya guncangan. Dengan kombinasi ini kita bisa tetap stabil,” jelasnya.

Manajemen Pegadaian, menurut Dwi Agus, akan meminta kepada para pemegang saham agar diberi keleluasaan untuk meminta dana lebih dari Rp5 triliun. Lalu Dwi juga berharap kepada Direktur Utama PT Pegadaian Suwhono agar berbicara kepada mereka untuk menindaklanjuti masalah perizinan hal ini.

Di sisi lain, Pegadaian juga akan meningkatkan peran teknologi dan informasi secara maksimal, juga akan mengembangkan produk yang dibutuhkan masyarakat secara hati-hati dan dibutuhkan, serta akan mengelola perusahaan secara profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG).

Dwi menambahkan, bahwa pihaknya memiliki beragam produk atau layanan yang dipersembahkan bagi seluruh lapisan masyarakat, di antaranya adalah pemberian pinjaman dengan sistem gadai, pemberian pinjaman kepada usaha mikro dengan sistem fidusia, layanan penjualan emas logam mulia dan produk-produk lainnya. “Usaha kami semakin optimal karena didukung layanan dengan jaringan 4.604 outlet yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara,” tutupnya. [ria]

Related posts