Penjualan Mayora Tembus Rp10,51 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp10,51 triliun pada tahun 2012 atau meningkat sebesar 11,17% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp9,45 triliun. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp729,63 miliar pada tahun 2012 atau mengalami peningkatan sebesar 53,45% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp471,02 miliar.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (4/3). Beban pokok penjualan tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp8,16 triliun pada tahun 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,79 triliun. Laba kotor perseroan meningkat menjadi Rp2,34 triliun pada tahun 2012 dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,65 triliun. Laba per saham perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp952 pada 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp614.

Adapun total liabilitas yang dicatatkan perseroan menjadi Rp5,23 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 triliun. Ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp3,06 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,42 triliun. Kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp1,39 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp325,31 miliar.

Targetkan Rp 12 Triliun

Di tahun ini, produsen makanan dan minuman dalam kemasan ini optimistis menargetkan penjualannya dapat menembus angka Rp12 triliun. Hal tersebut disiasati perseroan dengan meningkatkan produksi untuk pasar ekspor pada beberapa negara. “Target penjualan sekitar Rp12 triliun dengan peningkatan ekspor lebih dari 35%.” kata Sekretaris Perusahaan, Yuni Gunawan.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor perseroan, menurut Yuni antara lain China, Filipina, Thailand, Vietnam, India, dan Myanmar. Selain itu, di setiap divisi, Mayora memiliki produk unggulan yang menjadi market leader (pemimpin pasar). Produk-produk yang memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan mulai dari permen, kopi, biskuit, cereal, wafer dan coklat.

Untuk meningkatkan kapasitas produksinya perseroan melaksanakan pembangunan beberapa proyek pabrik, antara lain pabrik Balaraja yang baru mulai beroperasi. Dengan adanya pabrik Balaraja tersebut ditargetkan dapat menambah kapasitas produksi sekitar 20%.Bahkan, untuk mendukung kinerja perseroan di tahun 2013 inipun perseroan mengganggarkan belanja modal sekitar Rp700 miliar. Dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk melanjutkan proyek sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan bahan pendukungnya.

Tambah Produksi

Direktur Manufaktur Mayora, Nurdin Lesmana pernah mengatakan, keberadaan pabrik baru berkapasitas produksi 200 ribu ton per tahun itu mutlak diperlukan. Sebab, kemampuan produksi dua pabrik Jatake I dan II yang beroperasi saat ini sudah maksimal. Padahal, permintaan biskuit mengalami peningkatan sebesar 20% tiap tahunnya.

Menurutnya, pabrik baru yang akan menyerap 2 ribu karyawan ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 7 hektare. Dengan pabrik baru ini, perseroan akan membuat produk untuk konsumen kelas menengah ke atas. Adapun sumber pendanaan proyek pembangunan pabrik diperoleh dari penerbitan obligasi. Sampai saat ini, perseroan mencatat telah melakukan penjualan ke 85 negara.

Kontribusi pendapatan dari pasar ekspor terhadap total pendapatan terus mengalami peningkatan dari 8% di 2007 menjadi 35%. Ke depan, perseroan juga berencana untuk melakukan ekpansi ke negara Timur Tengah dan Afrika. Diproyeksikan, dengan melakukan ekspansi di dua negara tersebut, target ekspor yang dicatatkan perseroan dapat mencapai US$10 juta. (lia)

Related posts