Emisi Obligasi Korporasi Capai Rp15,61 Triliun - Kinerja Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta–Dengan dicatatkannya penerbitan sukuk subordinasi mudharabah berkelanjutan I tahap II tahun 2013 senilai Rp700 miliar oleh PT Bank Muamalat Tbk, otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan total emisi obligasi dan sukuk di kuartal pertama 2013 mencapai Rp15,61 triliun dari 13 emiten.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA (sy) (Single A Syariah) untuk aksi korporasi Bank Muamalat. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dengan hasil tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 217 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp197,13 triliun dan USD100 juta, yang diterbitkan oleh 91 emiten. Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp861,51 triliun.

Selain PT Bank Muamalat Tbk, emiten yang juga akan mencatatkan penerbitan obligasinya, antara lain PT Medco Energy International Tbk (MEDC) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). PT Medco Energi International Tbk (MEDC) akan menerbitkan obligasi tahap II tahun 2013 sebesar Rp1,5 triliun bertenor lima tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi antara lain PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Adapun posisi wali amanat diserahkan kepada PT Bank Mega Tbk.

Adapun PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan mencatatkan obligasi berkelanjutan I ADHI tahap II 2013 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I ADHI tahap II 2013. Obligasi berkelanjutan ini terdiri dari dua seri yaitu seri A dengan nilai nominal Rp125 miliar berjangka waktu lima tahun, sedang seri B dengan nilai nominal Rp500 miliar berjangka waktu tujuh tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Selain penerbitan obligasi, perseroan juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap II 2013, dengan nilai nominal Rp125 miliar berjangka waktu lima tahun. Sukuk mudharabah mendapatkan peringkat idA(sy). Sebagai Penjamin emisi obligasi tersebut, yaitu PT Danareksa Sekuritas dan PT BCA Securities.

Momentum Baik

Analis dari PT Lembaga Penilaian Harga Efek, Fakhrul Aufa menilai, semester pertama 2013 menjadi momentum terbaik untuk menerbitkan obligasi karena pada semester kedua diekspektasikan akan terjadi kenaikan tingkat inflasi. Karena itu, banyak perusahaan yang tampaknya mengejar momen tersebut untuk memperoleh tambahan dana melalui penerbitan obligasi ini. “Dengan terjadinya kenaikan inflasi, investor akan meminta kupon yang lebih tinggi,” ujarnya.

Jika kupon yang diminta lebih tinggi, lanjut dia, itu artinya akan membuat emiten harus membayar biaya yang lebih mahal. Karena itu, secara umum, penerbitan obligasi diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun lalu. Hal ini juga didukung oleh likuiditas pasar yang masih tinggi. Bahkan nilainya diproyeksikan dapat menembus angka Rp60 triliun. Meskipun demikian, investor perlu mempertimbangkan peringkat atas obligasi tersebut. Pasalnya, semakin semakin baik peringkat obligasi tersebut maka risiko gagal bayar akan semakin rendah. (lia)

Related posts