Usai Laporan Keuangan, IHSG Kembali Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 3,411 poin (0,07%) ke level 4.937,575. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 3,351 poin (0,40%) ke level 833,520. Aksi ambil untung membuat indeks bergerak fluktuatif dalam rentang tipis.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI ditutup menguat seiring masih besarnya minat investor aksi beli investor, “IHSG BEI ditutup melemah pada perdagangan awal pekan kemarin, menyusul pengumuman data inflasi serta neraca perdagangan yang kembali negatif. Tingginya inflasi membuka kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang,\" katanya di Jakarta, Senin (1/4).

Dia menambahkan, katalis negatif dari dalam negeri itu menahan berita positif dari eksternal antara lain, pertumbuhan ekonomi AS kuartal empat 2012 menjadi 0,4%. Selain itu, dia melanjutkan, the Fed juga diperkirakan masih akan terus mengucurkan stimulus untuk mengangkat pasar tenaga kerja AS yang data klaim tunjangan pengangguran masih kurang baik.

Berikutnya, dirinya memperkirakan, indeks BEI Selasa akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.920-4.960 poin.\"Paska berakhirnya musim laporan keuangan tahun buku 2012, kami melihat IHSG BEI akan cenderung konsolidasi,”ujarnya.

Tercatat lima sektor industri di lantai bursa terkena koreksi akibat aksi ambil untung, sementara lima sektor lainnya menguat berkat aksi beli selektif. Kondisi ini membuat indeks bergerak fluktuatif dalam rentang tipis. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 140.921 kali pada volume 6,407 miliar lembar saham senilai Rp 5,457 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan bursa Jepang yang terkoreksi hingga lebih dari dua persen. Banyak bursa regional yang masih tutup menyambut hari libur nasional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 8.000 ke Rp 338.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.050 ke Rp 52.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 800 ke Rp 15.200, dan Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 11.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 22.150, Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 26.500, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 525 ke Rp 2.775, dan ABM (ABMM) turun Rp 425 ke Rp 3.350.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup tipis 2,619 poin (0,05%) ke level 4.938,367. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,033 poin (0,24%) ke level 834,838. Lima sektor industri di lantai bursa terkena koreksi akibat aksi ambil untung, sementara lima sektor lainnya menguat berkat aksi beli selektif. Kondisi ini membuat indeks bergerak fluktuatif dalam rentang tipis.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 74.845 kali pada volume 2,713 miliar lembar saham senilai Rp 2,61 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 340.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.950 ke Rp 50.900, Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 13.900, dan Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 11.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 2.800, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 22.850, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 350 ke Rp 8.750, dan BCA (BBCA) turun Rp 350 ke Rp 11.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah sebesar 13,86 poin seiring minimnya sentimen positif. Dimana, IHSG dibuka turun 13,86 poin atau 0,28% ke posisi 4.927,12, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,47 poin (0,41%) ke level 833,40. Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, IHSG BEI dibuka melemah mengikuti sentimen regional yang cenderung minim sentimen positif.

Dia menambahkan, pelemahan indeks BEI juga dipicu dari faktor teknikal menyusul penguatan yang sudah cukup signifikan dalam empat hari terakhir sebesar 4,5% yang mengakibatkan rawan aksi ambil untung (profit taking).\"Selain itu, mulai berakhirnya sentimen kinerja pada 2012 dan juga sentimen pembagian dividen terutama dari sektor perbankan akan turut menjadikan IHSG BEI terkoreksi,\" kata dia.

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono sempat memperkirakan, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.920-4.960 poin. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 165,19 poin (0,74%) ke level 22.299,63, indeks Nikkei-225 turun 122,65 poin (0,99%) ke level 12.275,26, Straits Times menguat 0,94 poin (0,03%) ke posisi 3.309,04. (bani)

Related posts