Belanja APBD Samarinda 2012 Tersisa 25,19%

NERACA

Samarinda - Belanja daerah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda pada 2012 masih menyisakan 25,19% atau senilai Rp2,003 triliun, dari Rp2,677 triliun dana belanja yang disiapkan. \"Anggaran tersebut digunakan untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung. Lalu sisa lebih anggaran belanja tahun 2012 itu masuk dalam APBD Samarinda 2013,\" ujar Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (30/3), pekan lalu.

Belanja tidak langsung antara lain untuk belanja pegawai, bunga, hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan, dan belanja tak terduga yang dianggarkan Rp954,708 miliar, sementara yang terealisasi Rp801,032 miliar. Untuk alokasi belanja langsung dianggarkan Rp1,723 triliun yang digunakan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal, sementara realisasinya sebesar Rp1,202 triliun.

Dia juga mengatakan bahwa kebijakan pembiayaan daerah dalam melaksanakan APBD 2012, adalah kemampuan penerimaan pembiayaan untuk memenuhi kekurangan sumber-sumber pendapatan daerah untuk pelaksanaan pembangunan.

Sementara pengeluaran pembiayaan dilaksanakan dalam rangka kewajiban pemerintah daerah demi pembayaran pokok utang. Penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2012 diperoleh dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, termasuk dari penerimaan pinjaman daerah. Penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan Rp497,014 miliar dan terealisasi 100%.

Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan Pemkot Samarinda 2012 meliputi penyertaan modal dan pembayaran pokok utang dengan alokasi Rp131,526 miliar, sementara realisasinya sebesar Rp31,787 miliar atau hanya terserap 24,17% dari anggaran yang disiapkan.

Untuk penyelenggaraan urusan wajib, lanjutnya, dialokasikan Rp2,622 triliun, sedangkan realisasinya sebesar Rp1,952 triliun atau sebesar 74,45% dari anggaran yang disiapkan. Dana urusan wajib itu antara lain dialokasikan di bidang pendidikan yang sebesar Rp649,885 miliar, sementara realisasinya senilai Rp542,773 miliar atau terserap 83,52%.

Program yang dilaksanakan dari anggaran itu antara lain untuk pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), wajib belajar sembilan tahun, pendidikan menengah, pendidikan non formal, dan peningkatan mutu tenaga pendidik. Di bidang kesehatan, anggaran yang dialokasikan Rp149,402 miliar dan yang terserap Rp115,665 miliar atau 77,42%, antara lain untuk belanja obat dan perbekalan kesehatan, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, menginginkan realisasi penyerapan anggaran 2013 Kaltim harus lebih baik dari 2012. Hal ini seiring peningkatan alokasi anggaran Kaltim senilai Rp36,2 triliun yang terdiri alokasi APBN sebesar Rp10,216 triliun, dana transfer ke daerah senilai Rp26 triliun serta APBD Kaltim yang juga meningkat dari Rp10,603 triliun di 2012 menjadi Rp13 triliun pada tahun ini. [ardi]

Related posts