Perbankan Berlomba Tebarkan Dividen - Dividen Bank BNI Rp 2,1 Triliun

NERACA

Jakarta –Berkah melesatnya pertumbuhan laba tahun 2012, menjadi pemicu PT Bank Negara Indonesia (BBNI) membagi dividen kepada para pemegang saham sebesar 30% atau senilai Rp2,114 triliun.

Direktur Utama Bank BNI, Gatot M. Suwondo mengatakan, pembayaran dividen akan dilakukan pada 16 Mei 2013 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 1 Mei 2013, “Setiap satu saham berhak menerima untuk menerima deviden sebesar Rp113,\" kata di Jakarta, kemarin,

Gatot seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis

Dia mengungkapkan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) disetujui dan menetapkan penggunaa laba bersih perseroan untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi sebesar 10% atau senilai Rp704,615 miliar.

Kemudian sebesar 5% atau senilai Rp352,307 miliar untuk cadangan umum. Sementara sisa laba bersih tahun buku 2012 yang tidak ditentukan penggunaannya sebesar 55% atau Rp3,875 triliun untuk laba ditahan. Tercatat laba bersih Bank BNI untuk tahun buku yang terkahir pada 31 Desember 2012 sebesar Rp7,046 triliun.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dalam RUPS menyetujui penggunaan 30% laba bersih atau sebesar Rp409 miliar dibagikan dividen tunai kepada setiap pemegang saham. \"Jadi kami menyetujui untuk tidak mengalokasikan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dari laba. Perseroan akan mencadangkan 1,5% atau sekitar Rp 20 miliar untuk tanggung jawab sosial perusahaan,\" kata Direktur Utama BTN, Maryono.

Dia menjelaskan, agenda RUPST ini juga menyetujui perseroan mendapat limit hapus tagih sesuai ketentuan yang berlaku, dalam rangka penyelesaian piutang macet perseroan.

Sementara PT CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) tunda bagi dividen untuk tutup buku tahun 2012. Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid menuturkan, laba bersih 2012 sebesar Rp4,23 triliun sepenuhnya akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal 2013.

Sampai saat ini, posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan di kisaran level 14%.“Untuk menjaga kinerja agar tetap tumbuh kita perkuat modal, sehingga tidak bagi dividen,” kata Arwin.

Related posts