Mendesain Mushola di Rumah

Rumahku adalah Surgaku. Sepenggal kalimat dari sang Nabi yang telah menginspirasi sebagian besar penduduk dunia untuk menjadikan tempat tinggalnya sebagai cetak biru dari surga. Ya, rumah adalah tempat sakral dalam kehidupan pribadi manusia dalam membangun keberkahan hidup, berbagi kasih sayang, dan mendulang rahmat-Nya.

Seperti layaknya dunia mode, saat ini rumah yang dikemas dalam konsep yang islami telah menjadi tren tersendiri di dunia perumahan modern. Tren ini ditandai dengan semakin banyaknya pembangunan rumah dengan konsep islami ini di daerah perkotaan atau daerah yang dekat dengan perkotaan. Dan perkembangannya terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya orang yang mencari alternatif hunian baru yang lebih nyaman dan menentramkan.

Seperti apa ciri rumah yang Islami itu? Rumah yang Islami mutlak harus memiliki kamar khusus untuk shalat (Musholla), tidak bisa tidak. Lantas apa yang perlu dipertimbangkan untuk mendesain mushola di rumah? Ruang musholla pada dasarnya sebuah ruang yang menghadap kiblat, karena itu perlu dipertimbangkan letak pintu, arah kiblat dan ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman.

Letak dari musholla berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga, atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain, sesuai dengan keinginan dari penghuni.

Ketinggian plafonnya bisa sama atau berbeda, kadang tergantung dari kondisi yang ada, misalnya plafon rendah bisa menambah kesan keintiman dalam ruangan. Sedangkan plafon yang tinggi juga bisa memberi kesan lebih luas dan lapang.

Tempat wudhu sebisa mungkin berdekatan dengan musholla. Bagian bawah tempat wudhu bisa diberi dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi-kisi besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudhu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang.

Related posts