Pharmacon Klaim Tumbuh Diatas Industri Farmasi - Laba Bersih Melesat Naik 146,1%

NERACA

Jakarta – Perusahaan farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) mencatatkan pendapatan sepanjang tahun 2012 tumbuh sebesar 20,5% atau sebesar Rp 1,17 triliun. Selain itu, laba bersih juga ikut terkerek tumbuh sebanyak 146,1% dengan nilai Rp 9,85 miliar.

Direktur Utama PT Millenium Pharmacon International, Mohammad Muhazni bin Mukhtar mengatakan, perolehan pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan diatas pertumbuhan industri farmasi 13,9%, “Pertumbuhan perseroan tahun ini diatas rata-rata pertumbuhan farmasi,”katanya di Jakarta, Rabu (27/3).

Menurutnya, kenaikkan laba bersih perseroan sudah dapat diperkirakan karena pada kuartal ketiga 2012, perseroan sudah mengantongi laba bersih Rp 6,8 miliar didukung penjualan bersih mencapai Rp 869,08 miliar.

Namun perseroan menanggung beban penjualan menjadi Rp 791,6 miliar dari Rp 647,4 miliar dan laba kotor tetap meningkat menjadi Rp 77,4 miliar dari Rp 63,5 miliar. Peningkatan juga terjadi pada beban operasional menjadi Rp 40,2 miliar dari Rp 37,7 miliar.

Selain itu, Muhazni juga mengungkapkan, tahun ini perseroan menargetkan penjualan tumbuh mencapai 15%. Menurutnya, faktor yang mendorong bertambahnya target penjualan dari sisi pertumbuhan dengan memiliki 28 prinsipal, namun 2 prinsipal mendominasi sebagai faktor pertumbuhan target ini.

Sayangnya, Muhazni tidak menyebutkan prinsipal yang dimaksud. 28 prinsipal yang ada adalah PT Pharmaniaga, PT Meiji, PT Lapi Laboratories, PT Meprofarm, PT guardian Pharmatama, PT Dipa Parmalab, PT Gracia Pharmindo, PT Danpac, Puspa Pharma, Pharos, PT Promed, PT Totalcare, PT Mahaputra Gatra, Nutrindo, PT Navita Inti Prima, PT Nutrindo Jaya Abadi, PT Lawsim Zecha, PT Tobbest Busindo, PT Steril Medical,PT Simex, PT Nulab Pharmaceutical, PT Kemenangan Vita Farma, PT Apex Pharma, Prima Medika Laboratories, PT Teguhsindo, PT Endo Medica, dan Metiska farma.

Disamping itu, perseroan lanjutnya, akan meningkatkan share distrubisi dari 45% menjadi 50% untuk mengejar target penjualan tahun ini. Hal ini seiring dengan proyeksi pertumbuhan industri farmasi yang bakal terus tumbuh kedepannya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Farmasi Johannes Setijono pernah bilang, pertumbuhan industri farmasi di Indonesia ke depan akan semakin membaik. “Dengan posisi Indonesia yang sudah masuk negara kelas menengah, penduduknya ingin lebih sehat, maka kami yakin pertumbhuhan pasar farmasi akan membaik ke depan,”ujarnya.

Selain itu, perseroan bakal menambah cabang diluar Jakarta dan sekitarnya seperti Surabaya, Bandung dan Medan karena dinilai memiliki omset yang paling besar diluar dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pendanaan untuk buka cabang, kata Muhazni, akan diambil dari kas internal.

Dia menambahkan, investasi pembukaan cabang baru juga dalam rangka fokus perseroan dalam keunggulan operasi, inovasi nilai dan eksploitasi pasar. Nantinya, investasi ini juga akan berbentuk berupa kendaraan guna menunjang transportasi dan pengiriman sarana dan prasarana yang menunjang kenyamanan. (nurul)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WanaArtha Life Ambil Bagian di WEF Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life kembali ambil bagian di World Economic Forum Annual…

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…