BSB Tak Bagi Dividen - Laba Naik Rp17,30 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin (BSB) melaporkan kinerja keuangan tahunan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kenaikan laba perseroan sebesar Rp 17,30 miliar dibanding 2011 yang hanya Rp 12,21 miliar, meningkat sebesar 41,68%.Sedangkan untuk kenaikan volume usaha atau aset perusahaan hingga akhir 2012 meningkat 32,46% dari Rp2,73 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp3,62 triliun. Lalu dari kinerja keuangan, perusahaan mencetak pendapatan sebesar Rp311,22 miliar atau naik 26,87%.

Direktur Utama Bank Syariah Bukopin, Riyanto, menjelaskan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp2,85 triliun atau tumbuh sekitar 24,39% dibandingkan 2011. Hal ini didukung peningkatan dana murah dalam bentuk giro dan tabungan yang di tahun 2012 mencapai Rp183,02 miliar dan Rp345,52 miliar. Namun, dana mahalpun masih memiliki porsi besar yaitu Rp2,3 triliun, tumbuh 21,13% dari tahun 2011 Rp1,8 triliun.

\"Volume usaha tersebut meningkat, jika dibandingkan pertumbuhan aset perseroan pada 2011 yang hanya meningkat sekitar 24,43 persen,\" kata Riyanto di Jakarta, Selasa. Dia menambahkan, saat ini pembiayaan juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 37,23% menjadi Rp2,63 triliun dari Rp 1,92 triliun di tahun 2011. Kontribusi terbesar pada 2012 berasal dari murabahah.

Ke depan, Riyanto bersama perusahaannya berupaya meningkatkan strategi bisnis untuk meningkatkan pertumbuhan BSB, pihaknya akan menaikkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dari 10,88% menjadi 16,3%. Lalu return on asset (ROA) mencapai 0,76% dan return on equity (ROE) 10,45%.

\"Rasio kecukupan modal BSB juga masih berada diposisi aman yaitu sebesar 12,78%,” terangnya. Dalam RUPS ini, BSB tidak melakukan pembagian deviden, karena perusahaan menetapkan hasil kenaikan laba akan dialokasikan untuk pengembangan usaha perusahaan. Riyanto mengatakan, pengembangan usaha di 2013 masih akan membutuhkan permodalan yang kuat. \"Nanti laba perseroan akan digunakan untuk memperkuat modal perseroan,\" kata Riyanto.

Rencananya, BSB tahun ini akan memperkuat jaringan dan memperbanyak promosi dengan membuka lima outlet di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Semarang, Malang, Pekanbaru dan Palembang. Serta peningkatan porsi dana murah, yang nantinya diharapkan dapat menumbuhkan tabungan di atas 20% dan giro di atas 10%. Sehingga porsi current account saving account dapat meningkat menjadi 30%. [sylke]

BERITA TERKAIT

Menanti Skema Bijak bagi Pajak E-Commerce

Oleh: Pril Huseno Pemerintah berencana akan menerapkan pengenaan pajak 0,5 persen bagi bisnis e-commerce efektif 01 April 2019 mendatang. Potensi…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LPEI Dukung Pembiayaan Ekspor Kereta ke Bangladesh

  NERACA   Jakarta - Lembaga Pemerintah Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan menggunakan skema National Interest Account…

Caleg DPR Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat - Angka Kemiskinan Siak Tinggi

  NERACA   Siak – Angka kemiskinan di Kabupaten Siak Provinsi Riau mencapai 93.800 ribu. Padahal, Kabupaten Siak mempunyai kekayaan…

Hongkong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

    NERACA   Jakarta - Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hongkong, Law Chi Kwong mengunjungi Indonesia dengan misi bertukar…