Menkeu Minta Jajarannya Kerja Optimal

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo meminta jajaran Kementerian Keuangan yang baru dilantik untuk meningkatkan komitmen kerja dalam upaya melanjutkan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkeu. \"Mohon komitmen untuk kerja lebih baik, kerja cerdas dan kerja keras karena tantangan ke depan semakin besar,\" kata Agus dalam pidato acara Pelantikan Pejabat Eselon II Kemenkeu di Jakarta, Rabu (27/3).

Menurut dia, beberapa tahun terakhir kinerja Kemenkeu menunjukkan hasil yang baik dengan mendapatkan peringkat A dalam laporan kinerja 2011. Sementara laporan keuangan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Dia menambahkan sebelum laporan keuangan 2012 akan diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), masih ada kesempatan bagi jajaran Kemenkeu untuk bekerja keras membenahi kinerja. \"Kita masih memiliki waktu hingga Mei 2013 agar memperoleh predikat WTP,\" katanya.

Agus juga mengingatkan bahwa harus ada sinergi yang baik, tidak hanya dalam internal eselon I, tetapi juga antar eselon I serta dengan mitra di luar Kemenkeu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai angka di atas enam persen, menurut dia, merupakan hasil prestasi jajaran Kemenkeu. Namun demikian, pihaknya menyoroti dampak lemahnya perekonomian dunia terhadap Indonesia yang perlu diwaspadai.

\"Ekonomi dunia mulai berdampak pada Indonesia sehingga harga komoditi rendah, ini berdampak pada penerimaan kita. Itu harus diwaspadai,\" katanya. Pihaknya menambahkan adanya kekhawatiran atas turunnya penerimaan negara dan membengkaknya belanja negara terutama belanja subsidi sehingga diperlukan kerja keras dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

\"Fiskal harus diperhatikan karena ada kekhawatiran pengelolaan belanja terutama belanja subsidi,\" katanya. Pada Rabu (27/3) lalu, Menteri Keuangan melantik 49 orang pejabat Eselon II Kemenkeu. Pejabat yang dilantik dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal dan Badan Kebijakan Fiskal.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mengharapkan menteri keuangan pengganti Agus Martowardojo harus mampu beradaptasi secara cepat dalam menjaga kesehatan fiskal dan perekonomian nasional.\"Menkeu yang baru harus `tune in` dengan situasi kabinet, memahami posisi sebagai menkeu dan tidak perlu lagi bertanya sana-sini,\" ujarnya di Jakarta, Selasa malam.

Harry mengatakan menteri keuangan yang baru memiliki target untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, mengatasi ancaman krisis global, menyiapkan APBN-Perubahan serta mengawal penyerapan anggaran.\"Yang penting tidak boleh menghambat proses APBN-Perubahan, kalau iya berarti presiden salah memilih orang,\" papar dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Pemprov Jabar Minta Pemkab Subang Buat Perda Sawah Abadi

Pemprov Jabar Minta Pemkab Subang Buat Perda Sawah Abadi NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan…

Kemenkop UKM dan Gojek Kerja Sama Pelatihan Kewirausahaan

Kemenkop UKM dan Gojek Kerja Sama Pelatihan Kewirausahaan NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM dan perusahaan berbasis aplikasi online…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…