Lagi, Garuda Tunda Bagikan Dividen - Dampak Tersangkut Utang

NERACA

Jakarta – Sejak kali pertama listing di pasar modal dua tahun lalu, hingga saat ini PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) belum juga membagikan dividen dan termasuk untuk kinerja keuangan tahun 2012. Pasalnya, tahun ini perseroan masih harus memenuhi kewajiban utang jatuh tempo sekitar US$ 60 juta.

Direktur Keuangan Garuda Handrito Hardjono mengatakan, tahun ini Garuda belum bisa membagikan dividen bagi pemegang saham karena harus bayar utang, “Seperti tahun sebelumnya, Garuda tidak berencana membagi dividen, “katanya di Jakarta, Rabu (27/3).

Dia menuturkan, perolehan keuntungan tahun ini harus digunakan untuk membayar kewajiban utang yang jatuh tempo terhadap kreditur sehingga berdampak pada penundaan pembagian dividen.

Kondisi ini sangat kontras dengan pernyataan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, yang menjanjikan bakal bagi dividen seiring dengan disetujui perseroan untuk melakukan kuasi reorganisasi, sehingga saldo laba perseroan yang sebelumnya negatif dihapuskan agar neraca keuangan lebih seimbang.

Tahun 2012, Garuda membukukan laba komprehensif US$ 145,4 juta (Rp 1,38 triliun) di akhir 2012, naik dua kali lipat dari laba tahun sebelumnya US$ 72,7 juta (Rp 690,6 miliar). Kenaikan laba juga diikuti kenaikan pendapatan menjadi US$3,47 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$3,09 miliar. Beban usaha perseroan naik menjadi US$3,30 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$43 miliar.

Sementara laba usaha perseroan naik menjadi US$168,07 juta pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$92,34 juta. Laba per saham menjadi 0,0049 pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya 0,0029.

Kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, peningkatan kinerja keuangan perseroan didorong dari ekspansi operasional perusahaan melalui Quantum Leap 2011-2015. Dimana ekspansi perseroan dilakukan dengan penambahan rute dan frekuensi penerbangan.

Hal ini sejalan dengan masuknya pesawat-pesawat baru, efisiensi perusahaan dan peningkatan utilisasi aset. Selain itu, PT Garuda Indonesia Tbk telah mengangkut 20,4 juta penumpang atau naik 19,6% pada 2012 dibandingkan tahun 2011 hanya sebesar 17,1 juta penumpang. Kapasitas produksi (avaibility seat kilometer/ASK) naik 10,9% menjadi 36 miliar pada 2012 dibanding 2011 sebesar 32,5 miliar. Sementara itu, yield penumpang juga meningkat menjadi USc 9,65 pada 2012.

PT Garuda Indonesia Tbk telah menerima 22 pesawat baru yang terdiri dari 2 Airbus A330-200, 4 Boeing 737-800 Next Generation, 5 Bombardier CRJ-1000 NextGen, dan 11 Airbus A320 untuk Citilink. \"Total pesawat yang dioperasikan selama 2012 adalah sebanyak 106 pesawat dengan rata-rata umur pesawat 5,8 tahun,\" tutur Emirsyah.

Selain itu, Garuda juga bekerjasama dengan Etihad Airways dengan melayani beberapa rute antara lain Abu Dhabi, London, Paris, Manchester, Moskow, Athena dan Muscat. Perseroan juga membuka beberapa rute domestik antara lain Surabaya-Semarang, Surabaya-Lombok, dan Balikpapan-Tarakan. (bani)

BERITA TERKAIT

Bagikan Dividen Rp 298,4 Miliar - Saratoga Berharap Bisnis Pulih Pasca Pilpres

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menetapkan dividen senilai…

SMGR Bagikan Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Semen Indonesi (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk membagikan dividen…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…