BNI Siapkan Lahan untuk Investor Jepang - Gandeng Suryacipta

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk menggandeng pengelola Kawasan Industri Suryacipta Karawang, PT Suryacipta Swadaya, untuk menyiapkan lahan bagi pengusaha-pengusaha asal Jepang yang berniat merelokasi usahanya ke Indonesia. \"Kami sepakat bekerja sama dalam hal kegiatan promosi bersama, yakni memberikan informasi mengenai lahan industri, kawasan pergudangan, dan perkantoran di Kawasan Industri Suryacipta untuk calon investor, khususnya UMKM Jepang,\" kata Direktur Utama BNI, Gatot Murdiantoro Suwondo saat penandatanganan perjanjian kerja sama yang dihadiri Direktur Utama PT Suryacipta Swadaya, Johannes Suryacipta di Jakarta, Rabu (27/3).

Gatot mengatakan bahwa investor asal Jepang yang berniat menginvestasikan modalnya di Indonesia akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan lahan di kawasan yang juga sebagai Kota Industri Suryacipta seluas 1.400 hektar. BNI, lanjut dia, sudah memiliki hubungan khusus dengan banyak pengusaha asal Jepang karena hingga saat ini BNI sudah mengikat perjanjian kerja sama dengan 46 Bank Regional Jepang (JRB).

\"Bank-bank regional Jepang tersebut memiliki nasabah yang berminat merelokasi atau mengembangkan usahanya ke Indonesia, terutama pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),\" ujarnya. Gatot juga menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk Japan Desk yang khusus memberikan pelayanan lengkap bagi pengusaha Jepang yang ingin merelokasi bisnisnya ke Indonesia, baik pelayanan perbankan (produk perbankan) maupun pelayanan nonbanking, seperti memberikan nasihat investasi, business matching, membantu perizinan, hingga pencarian lahan investasi.

\"MoU antara BNI dan PT Surya Cipta Swadaya dapat menjadi strategic alliance yang memberikan keuntungan bagi keduabelah pihak,\" kata dia. Gatot menjelaskan berbagai keuntungan yang dapat dinikmati, antara lain, pertama, nasabah JRB akan mendapatkan jalur informasi mengenai lahan industri di Karawang, khususnya di Kawasan Industri Surya Cipta melalui BNI.

Selain itu, nasabah JRB yang akan berinvestasi di Indonesia mendapatkan prioritas lahan industri di Kawasan Industri Suryacipta. Ketiga, PT Surya Cipta Swadaya mendapatkan pembeli potensial dari Jepang. Keempat, BNI dapat memberikan total financial solution bagi nasabah BNI. \"Untuk meraih beragam keuntungan itu, kerja sama kedua belah pihak akan diarahkan pada dua hal utama, yaitu pertama, melakukan kerjasama untuk mendukung kegiatan promosi Kawasan Industri Suryacipta kepada calon investor, khususnya UMKM asal Jepang. Kedua, BNI akan memasarkan kawasan industri itu kepada nasabah JRB yang akan melakukan investasi di Indonesia,\" terang Gatot.

Kawasan Industri Suryacipta adalah salah satu kawasan Industri terbesar di Karawang, Jawa Barat. Kawasan ini memiliki luas 1.400 hektar dan dihuni oleh 104 perusahaan yang telah beroperasi penuh, dengan 70% penghuninya adalah perusahaan Jepang. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…

Siapkan Investasi Rp 50 Triliun - Crown Kembangkan Proyek di Luar Sydney

NERACA Jakarta –Setelah sukses meluncurkan proyek baru yang ikonik di Sydney yaitu Eastlakes Live dengan nilai investasi Rp 10 triliun,…

Ditopang Aksi Beli Investor - IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (21/1) awal pekan kemarin, ditutup menguat. Berdasarkan data RTI,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkatkan Keuangan Inklusif, Hari Indonesia Menabung akan Ditetapkan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menetapkan Hari Indonesia…

Nelayan Diminta Manfaatkan Bank Mikro Nelayan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia dan mengingatkan mereka serta para pengusaha…

UMKM Diminta Manfaatkan UU Penjaminan

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah…