KUR di Maluku Capai Rp476,2 Miliar - Hingga Februari 2013

NERACA

Ambon - Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalurkan di Provinsi Maluku sampai dengan Februari 2013, mencapai Rp476,2 miliar, terdiri atas kredit investasi sebesar Rp72,7 miliar dan kredit modal kerja Rp403,5 miliar. \"KUR tersebut disalurkan kepada 28.780 debitur, masing-masing kredit investasi sebanyak 2.171 debitur dan kredit modal kerja 26.609 debitur,\" kata Ocky Ganesia, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, di Ambon, Rabu (27/3).

Dia mengatakan, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) sangat rendah, hanya 3,33% jauh di bawah ambang batas sebesar lima persen. Menurut Ocky, tercatat ada enam bank penyalur KUR, yakni BRI, BTN, Bank Mandiri, BNI, Bank Maluku dan Bank Syariah Mandiri.

KUR yang disalurkan tersebut untuk membiayai usaha pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan, listrik, gas dan air, konstruksi, hotel dan restoran, pengangkutan, sektor jasa dunia usaha serta jasa sosial. \"KUR disalurkan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi yang usahanya layak tapi tidak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh perbankan, untuk memudahkan pengusaha kecil memperoleh modal usaha,\" ucapnya.

Ocky pun menjelaskan, KUR yang disalurkan untuk modal kerja berjangka waktu tiga tahun dan dapat diperpanjang maksimal enam tahun, sedangkan untuk kredit investasi minimal lima tahun dengan perpanjangan waktu maksimal sepuluh tahun. Keberhasilan KUR sangat tergantung kerjasama yang baik dengan instansi teknis terutama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertugas mempersiapkan UMKM dan Koperasi yang usahanya produktif baik.

\"Yang terpenting melakukan pembinaan dan pendampingan selama masa kredit atau pembiayaan,\" ujarnya. Ocky menambahkan, dalam prosesnya, sebelum menyalurkan KUR, bank - bank terlebih dahulu menilai kelayakan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan lembaga penjamin kredit bertugas memberikan persetujuan kredit kepada bank pelaksana, sesuai perjanjian kerja sama yang dibuat antara Lembaga Penjamin Kredit dan Bank Pelaksana. Bank Indonesia melakukan focus group diskusi (FGD) dengan bank pelaksana untuk mengidentifikasi permasalahan dalam penyaluran KUR, sosialisasi kepada calon debitur, dan melakukan kajian sektor prioritas terutama peningkatan penyaluran kredit.

\"Kami menginformasikan komuditas produk dan jasa unggulan, melakukan penelitian pola pembiayaan termasuk mendorong pengembangan konsultan keuangan mitra bank,\" tandasnya. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

Tingkatkan Kapasitas Produksi - Impack Anggarkan Capex Rp 188 Miliar

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tahun ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp 188…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…