Belajar dengan Mainan Tradisional

Keberagaman mainan tradisional diciptakan tidak hanya sebagai sarana bermain semata. Karena, mainan tradisional diciptakan dengan mengejawantahkan nilai filosofi dan keindahan fungsional yang sangat kompleks. Kompleksitas tersebut berkaitan dengan pandangan, perilaku, dan aktivitas hidup masyarakat penggunanya.

Peneliti dari Institut Seni Indonesia Surakarta, Bagus Indrayana mengatakan mainan tradisional sepatutnya dilestarikan, karena bisa menjadi media pembelajaran dalam penanaman sikap dan perilaku dalam kebersamaan.\"Melalui permainan tradisional itu akan membangun kesadaran kolektif dalam bersosialiasi dengan anak-anak lainnya,\" kata dia.

Dari hasil penelitiannya di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagus memaparkan mainan tradisional memiliki fungsi sosial dan budaya terkait dengan perkembangan anak menuju pemilikan pengetahuan dan keterampilan baik individu maupun kolektif. Mainan tradisional memiliki peranan signifikan dalam menumbuhkan kebebasan berkreasi, keleluasaan menetapkan pilihan material, bentuk, teknik, dan aturan bermain secara mandiri. Selain itu, lanjut dia, proses pembuatan mainan tradisional menjadi ajang transformasi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan orang tua kepada anak-anak.

Melihat manfaatnya yang cukup signifikan, Bagus mengatakan agar eksistensi mainan tradisional harus tetap dilestarikan walaupun beraneka macam mainan modern saat ini tengah marak di masyarakat. Menurut dia, mainan tradisional perlu diteruskan kepada generasi muda. Salah satunya bisa dilakukan dengan mengadakan festival mainan tradisional. Melalui kegiatan itu diharapkan generasi muda dapat menghayati dan memahami kompleks nilai di dalamya.

\"Pewarisan juga bisa dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal, misalnya dengan membentuk komunitas peduli mainan tradisional,\" tutupnya.

Related posts