Guru Tidak Siap Implementasikan Kurikulum Baru - Pelatihan Dindur

Sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh, kurikulum baru akan mulai diberlakukan. Dalam hal ini, kesiapan guru adalah salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum baru.

Namun, lantaran pelatihan guru yang akan mengenalkan mereka konsep baru cara mengajar disertai dengan praktik diundur, dinilai dapat menghambat kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum baru tersebut.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, Dr Made Alit Mariana M.Pd mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada Juli mendatang terletak kesiapan para guru, dimana mereka harus siap untuk menerapkan dan mengimplementasikan materi sesuai dengan kurikulum tersebut.

Sayangnya, kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum baru justru terganjal karena pelatihan (diklat) guru yang awalnya direncanakan pada bulan Maret terpaksa diundur menjadi April mendatang karena belum bisa dicairkannya anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada bulan Maret.

Hal tersebut, dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesiapan guru karena waktu pelatihan sangat singkat dan mepet dengan target pelaksanaan kurikulum baru itu. Menurutnya, anggaran program pendidikan tahun 2013 di Kemendikbud mestinya sudah bisa cair Januari lalu. Namun adanya perubahan anggaran sehingga masih harus melalui pengajuan dan pembahasan di DPR-RI.

\"Awalnya pelatihan kepada guru-guru inti memang direncanakan Maret ini harus sudah dilakukan. Karena anggaran di Kemendikbud belum cair, jadi pelatihan itu molor. Namun kami memastikan pelatihan bisa digelar pertengahan April,\" kata dia.

Menyinggung molornya pelatihan menurut dia pasti berpengaruh kepada kesiapan guru. dia mengatakan tidak terlalu berpengaruh. walaupun waktunya singkat, pihaknya akan mengoptimalkan pelatihan dan juga akan ada pendampingan secara berkelanjutan baik di kelas maupun melalui portal LPMP. Sedangka untuk menyiasati belum cairnya anggaran, pihaknya bekerja sama dengan Disdikpora provinsi, kabupaten dan kota untuk menyosialisasikan perubahan kurikulum itu.

Seperti diketahui, rencananya para guru mendapatkan pelatihan selama 52 jam dan akan mendapatkan pendampingan saat mengajar di kelas. Pelatihan 52 jam itu dibagi menjadi 33 jam pertemuan tatap muka dan 19 jam pertemuan mandiri terbimbing untuk guru di semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA atau SMK. Pelatihan itu akan menitikberatkan pada penguasaan konsep dan prinsip kurikulum 2013 serta implementasinya.

Pelatihan guru terkait kurikulum baru terdiri dari tiga jenjang yaitu instruktur nasional, guru inti, dan guru massal. Pelatihan guru massal selama masa liburan panjang akhir tahun pelajaran yaitu pada Mei hingga Juni.

Pelatihan instruktur nasional atau master teacher akan berlangsung sama dengan pelatihan guru inti yaitu pada April hingga Mei mendatang. Sedangkan untuk guru massal akan dilakukan mulai Mei hingga Juni.

Pada pelatihan yang akan berlangsung secara paralel di seluruh Indonesia ini diperkirakan sekitar 712.947 ribu orang guru akan mendapatkan pelatihan. Master teacher atau instruktur nasional berjumlah 46.213 ribu orang dan guru inti berjumlah 3.456 ribu orang. Selebihnya adalah guru massal.

Related posts