QNet berlakukan No Print Day - Peringati Hari Hutan Sedunia

Menurut buku Rekor Dunia Guinness, Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90% dari sisa hutan di dunia. Indonesia menghancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Forest Watch Indonesia pun mencatat kerusakan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, sampai saat ini saja sudah mencapai 2 juta hektar per tahun. Sebanyak 72% dari hutan asli Indonesia telah musnah. Akibatnya, luas hutan Indonesia selama 50 tahun terakhir telah berkurang dari 162 juta hektar menjadi 98 juta hektar.

Belum lama ini, tepatnya tanggal 21 Maret lalu, seluruh dunia mengkampanyekan 3 hal utama untuk menjaga keberadaan hutan di dunia, yaitu melindungi hutan, memanfaatkan hasil hutan, dan menjadikan hutan sebagai tempat rekreasi alam untuk kesejahteraan manusia.

Dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia (World Forest Day), QNet perusahaan internasional di bidang penjualan langsung yang berasal dari Hong Kong memberlakukan “No-Print Day” di perusahaannya. Aksi ini tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi di kantor-kantor QNet di berbagai negara.

“Pada hari tersebut, para pegawai QNet tidak diperbolehkan menggunakan kertas dan mencetak data menggunakan mesin printer ataupun mesin fotokopi. Setiap mesin printer dan mesin fotokopi yang ada diblokir dengan police line,” kata corporate communication manager Qnet, Wita Dahlan.

Wita Dahlan menambahkan bahwa aksi ini adalah bukti bahwa QNet konsisten dalam menerapkan konsep perusahaan yang go green dan sangat mendukung kelestarian lingkungan khususnya sumber daya alam yang bersumber dari hutan. QNet berharap bahwa aksi ini dapat menular kepada perusahaan lain yang akhirnya berdampak pada kelestarian hutan yang tetap terjaga.

Untuk menyukseskan program ini, pada hari tersebut CSR Committee akan berkeliling memerhatikan mobilitas pekerjaan para pegawainya. Dikarenakan pada hari tersebut para pegawai tidak diperbolehkan menggunakan kertas dan mencetak data dengan mesin printer ataupun mesin fotokopi, para pegawai diharapkan dapat menyelesaikan pekerjaan mereka pada hari sebelumnya atau melanjutan pekerjaan mereka pada hari selanjutnya.Dengan disiplin pada program ini, diharapkan para pegawai dapat memahami bahwa tindakan sesederhana apapun dapat memberikan perubahan besar bagi kehidupan di masa mendatang.

Hari Hutan Sedunia (World Forest Day) diperingati oleh masyarakat dunia sekitar 30 tahun belakangan ini. Awalnya, hari hutan sedunia hanya diperingati oleh General Assembly of the European Confederation of Agriculture. Namun, tak berapa lama kemudian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mendukung kegiatan itu di seluruh dunia.

Tanggal 21 Maret dipilih oleh masyarakat dunia untuk menjaga momentum peringatan Hari Hutan Sedunia dengan mengkampanyekan 3 hal utama untuk menjaga keberadaan hutan di dunia, yaitu melindungi hutan, memanfaatkan hasil hutan, dan menjadikan hutan sebagai tempat rekreasi alam untuk kesejahteraan manusia.

Related posts