Pendapatan Agung Podomoro Capai Rp 4,7 Triliun

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 4,7 triliun pada tahun 2012 dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 3,8 triliun pada tahun 2011. “Tahun 2012 kembali menjadi tahun yang istimewa bagi APLN. Kami berhasil meningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaan lebih dari 22%” kata Direktur Utama Agung Podomoro, Trihatma Kusuma Haliman di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, Kenaikan tersebut dikarenakan meningkatnya kontribusi pendapatan berulang yang diikuti meningkatnya pengakuan penjualan. Pendapatan berulang yang dicatatkan perseroan sebesar Rp 785,7 miliar pada tahun 2012, atau meningkat sebesar 110,2% dari Rp 373,8 miliar pada tahun 2011.

Dalam persentase terhadap total penjualan dan pendapatan usaha, lanjut dia, pendapatan berulang meningkat menjadi 16,8% pada akhir tahun 2012, dari 9,8% pada akhir tahun 2011 sejalan dengan target perusahaan menjadi sedikitnya 25% pada tahun 2015.

Pada tahun 2012, laba kotor mencapai Rp 2,1 triliun atau tumbuh sebesar 48,1% pada akhir tahun 2012, dengan peningkatan marjin laba kotor menjadi 44,5%. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 39,7% menjadi Rp 811,7 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 581,0 miliar. “Pencapaian ini diluar perkiraan kami dan kami yakin kinerja yang bagus ini akan berlanjut di tahun 2013.” ujarnya.

Disebutkan Trihatma, perseroan mencatatkan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp 5,8 triliun pada tahun 2012, atau meningkat 38% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 4,2 triliun.

Dalam penjualan pemasaran ini, Green Bay Superblok terus mendominasi kontribusi penjualan pemasaran sebesar 37% diikuti oleh Podomoro City termasuk extensionnya sebesar 25%, dan Parahyangan Residence di Bandung memberikan kontribusi 12% terhadap penjualan pemasaran. “Kami berhasil meningkatkan penjualan pemasaran kami dengan dua digit dalam beberapa tahun belakangan didukung oleh akuisisi lebih banyak proyek. Tahun ini, kami berencana untuk mengakuisisi sedikitnya lima proyek lagi untuk meningkatkan penjualan pemasaran kami,” paparnya.

Salah satu akuisisi yang dilakukan perseroan antara lain mengakuisisi 80% saham PT Dimas Pratama Indah akan menggunakan kas operasional perusahaan. Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk Justini Omas pernah mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi 80% saham dalam PT Dimas Pratama Indah sekitar Rp92 miliar. PT Dimas Pratama Indah memiliki 36,8 hektar lahan yang di dalam lahan tersebut ada satu tower apartemen dengan lima lantai yang siap dijual. Satu tower apartemen itu ada 140 unit apartemen.

Sementara sisa lahan yang diakuisisi itu akan digunakan untuk ekspansi usaha. \"Di sisa lahan rencanakan akan dikembangkan 2.200 unit landed house yang diharapkan bisa dimulai pembangunannya kuartal pertama tahun depan dengan lama pengembangan diperkirakan tiga tahun. Nama proyeknya Batam Center Park di kota Batam City Center,\" ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan dana investasi sekitar Rp700 miliar untuk proyek Batam Center Park di kota Batam City Center pada 2013. Pada proyek tersebut, perusahaan properti ternama ini akan mengembangkan 2.200 unit landed house di luas lahan 36,8 hektar di Batam, “Kami mengharapkan bisa dimulai pembangunannya pada kuartal pertama tahun depan dengan lama pengembangan diperkirakan tiga tahun,\" ujarnya.

Dia juga menuturkan, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan proyek di Batam tersebut. Dana pengembangan proyek di Batam itu sudah termasuk akuisisi saham PT Dimas Pratama Indah sekitar 80% dan pengembangan usaha di Batam. (lia)

Related posts