P3DN Dalam Tiga Perspektif

Oleh : Fauzi Aziz

Pemerhati Kebijakan Industri dan Perdagangan

Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) adalah sebuah kebijakan dan progam pemerintah yang sengaja dibuat untuk mengoptimalkan agar produk dan jasa yang telah mampu dihasilkan di dalam negeri dapat ditingkatkan penggunaannya, baik oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat pada umumnya.

Tulisan ini mencoba melihatnya dari tiga prespektif, yakni pertama, P3DN di lihat dari sudut pandang ekonomi. Kedua sejauh mana secara inklusif masyarakat harus dilibatkan. Ketiga, apakah P3DN perlu diakomodasi dalam sebuah regulasi agar misi utamanya dapat tercapai sehingga bisa menggerakkan kegiatan ekonomi produktif di masyarakat.

Dalam dimensi ekonomi, P3DN adalah memiliki nilai strategis, karena titik singgungnya akan beririsan langsung dengan kegiatan investasi langsung di sektor produktif, bersinggungan dengan strategi bagaimana memanfaatkan besarnya pengeluaran konsumsi msyarakat, yang dapat menjadi basis bagi penguasaan pasar ekspor akibat dari terpenuhinya economic of scale dalam kapasitas produksi, dan berkurangnya impor.

Dengan demikian, maka sesungguhnya P3DN adalah sebuah cara atau strategi yang harus dijalankan oleh pemerintah untuk pada dasarnya bagaimana menangkap peluang bisnis GDP di dalam negeri. Tidak hanya sekedar menangkap peluang bisnis APBN semata seperti yang sekarang menjadi fokus pemerintah, dimana P3DN dikaitkan dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa seperti yang diatur dalam Perpres nomor 54/2010, jo nomor 70/2012.

Dalam konteks yang lebih luas, P3DN sejatinya menjadi bagian inheren dari kebijakan industri, investasi dan perdagangan. Konteks ini yang kemudian P3DN memiliki nilai stretegis dalam sistem perekonomian nasional karena akan menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian domestik dengan orientasi membangun daya saing internasional.

Jika tidak didekati secara strategik seperti itu, maka dikhawatirkan progam P3DN akan sulit menemukan konteksnya secara efektif dalam sistem ekonomi nasional karena progamnya menjadi berdiri sendiri dan terpisah dengan tiga pilar kebijakan pokok di bidang industri, investasi dan perdagangan, dan dengan begitu bisa menimbulkan inefisensi dalam pelaksanaannya.

Pada ranah kebijakan, seyogyanya diformat dengan pendekatan komprehensif yang seperti itu, sehingga ketertaikan antar sektornya menjadi jelas dan nilai ekonominya yang terbentuk menjadi benar-benar optimal.

Karena itu,P3DN dalam dimensi ekonomi bisa berkontribusi secara langsung dalam pembentukan daya saing. Dalam prespektif yang lain, P3DN secara inklusif memerlukan adanya partisipasi dari seluruh komponen masyarakat.Tanpa adanya partisipasi secara langsung atau tidak langsung, proses akselerasinya untuk menggerakkan roda ekonomi domestik kecepatannya menjadi terbatas.

Kalau dari kepentingan para produsen dan para investornya menggerakkan partisipasinya mereka relatif tidak sulit karena mereka sangat berkepentingan. Tapi menggerakkan masyarakat sebagai konsumen perlu penangan khusus.

Related posts