Mandiri Investasi Targetkan Dana Kelola Rp 30 Triliun

NERACA

Jakarta – Maraknya produk reksa dana yang dirilis manajer investasi, memicu PT Mandiri Investasi untuk terus menggenjot dana kelola lebih banyak lagi melalui berbagai produk reksa dana baru. Dimana tahun ini, perseroan menargetkan total dana kelola sebesar Rp 30 triliun.

Direktur Utama Mandiri Investasi, Muhammad Hanif mengatakan, saat ini jumlah dana kelola perseroan sebesar Rp 6,4 triliun dan untuk mencapai target tersebut akan merilis produk baru reksa dana saham, “Kami targetkan dana kelola produk reksa dana saham menjadi Rp 9,3 triliun dan akhir tahun 2012 sebesar Rp 4,7 triliun,”katanya di Jakarta, Selasa (26/3).

Dia menuturkan, optimis dengan pencapaian dana kelola yang terus tumbuh tiap tahunnya, maka tahun ini bisa mencapai target. Sebagai informasi, dalam kurun waktu tiga bulan, dana kelola Mandiri Investasi sudah mencapai kenaikkan Rp 1,7 triliun dari total reksa dana yang dikumpulkan pada tahun 2012.

Kata Hanif, perseroan tadinya akan menjual Rp 1 triliun namun ternyata kurang dari dua bulan dipasarkan, sudah mencapai Rp 1 triliun. Alhasil, total dana kelolaan diakhir 2012 sudah mencapai Rp 19,8 triliun.

Dia menuturkan, penjualan produk reksa dana saham yang dirilis selama ini tidak hanya di jual didalam negeri, tetapi ke luar negeri melalui mekanisme private banking. Hingga kini dana kelolaan produk tersebut mencapai Rp900 miliar. \"Produk reksa dana kami hingga ke Singapura dan Hong Kong, namun melalui pemasaran private banking,\"ujar Hanif.

Menurutnya, untuk meningkatkan jumlah nasabah retail, Mandiri Investasi akan melakukan penawaran hingga ke luar negeri. Nantinya, perseroan akan menawarkan produk reksa dana saham tematik, medium small cup dan yang umum. \"Kami juga memasarkan melalui perusahaan asuransi dan ritel dalam bentuk unit link, hingga saat ini sudah ada lima asuransi yang ada unitlink yang saat ini dikelola kami,”paparnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap reksa dana bisa menjadi pilihan investasi yang tepat bagi nasabah retail. Pasalnya, dana awal untuk investasi reksa dana ini nilainya tidak besar dan cukup dengan setoran Rp 100 ribu.

Hanif juga mengungkapkan, saat ini perseroan tengah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan seiring dengan komposisi aset yang dikelola sekitar 25% sekarang sudah hampir 30%.

Sebelumnya, Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Denny R. Taher mengatakan, pihaknya optimistis target dana kelolaan reksadana akhir tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, kinerja reksadana saham saat ini, khususnya konsumer dan perbankan, menunjukkan kinerja yang cukup cukup baik.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…