Strategi Jitu Dongkrak Dana Kelola Reksa Dana - FSI Donasikan Rp900 Juta

NERACA

Jakarta- Sebagai produk investasi yang dinilai berpeluang dapat meningkatkan jumlah investor, pengetahuan akan produk reksa dana menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Maka akan berdampak cukup positif jika hal tersebut diikuti dengan memberikan kontribusi secara riil kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh First State Investments Indonesia (FSI Indonesia) dengan Citibank Indonesia dalam mengelola Reksa Dana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund).“Kami berkomitmen untuk dapat terus memberi dukungan terhadap perkembangan produk-produk investasi bertanggung jawab sosial di masa yang akan datang bersama Citibank Indonesia, tentunya dengan harapan untuk dapat menumbuh-kembangkan baik para nasabah maupun dampak positif yang dapat disalurkan ke masyarakat sekitar,” ungkap Presiden Direktur FSI Indonesia, Hario Soeprobo di Jakarta, Selasa (26/3).

Pihaknya mencatat, per akhir Desember 2012, dana kelolaan FSI Peka Fund melebihi Rp979 miliar, atau melonjak hampir enam kali lipat dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp166 miliar.

Peningkatan dana kelolaan FSI Peka Fund, menurut dia, tidak luput dari keberhasilan perusahaan dalam memberikan edukasi komprehensif mengenai berbagai macam aspek kegiatan investasi melalui reksa dana sesuai dengan profil risiko setiap nasabah. Selain itu, langkah tersebut diklaim seiring dengan komitmen FSI Indonesia untuk menginvestasikan dana nasabah ke dalam saham-saham yang dipilih berdasarkan kualitas dan nilai kapitalisasi.

Edukasi dan Donasi

Dijelaskan Hario, Reksa Dana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund) mendonasikan sebesar Rp900 juta kepada Yayasan Kelola dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan. Donasi ini berasal dari 0,5% nilai investasi yang dikelola di dalam FSI Peka Fund.“FSI Indonesia dan Citibank Indonesia berinisiatif untuk menetapkan biaya pengelolaan reksa dana FSI Peka Fund yang lebih rendah, agar para investor dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat dan lingkungan di Indonesia, tanpa mempengaruhi kinerja reksa dana yang bersangkutan,” jelasnya.

Tahun lalu pun, lanjut dia, dana dari FSI Peka Fund telah turut mendukung dan mempromosikan seniman-seniman Indonesia melalui Yayasan Kelola. Sementara Director-Retail Investment & Consumer Treasury Head Citi Indonesia, Harsya Prasetyo mengatakan, di tahun 2013 ini FSI Peka Fund meningkatkan jumlah donasi kepada Yayasan Kelola dari Rp400 juta di tahun lalu menjadi Rp500 juta, serta memperluas distribusi donasi sejumlah Rp400 juta kepada Yayasan BOS. “FSI Peka Fund secara aktif selalu mencari organisasi atau yayasan yang bergerak dalam pengembangan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, FSI Peka Fund yang dikelola oleh First State Investments Indonesia (FSI Indonesia) dengan Citibank Indonesia sebagai distributor eksklusif dan bank kustodian, merupakan reksa dana pertama yang mengusung konsep tanggung jawab sosial di Indonesia.

Dalam hal ini pihaknya lebih berfokus kepada organisasi atau yayasan yang bersifat action-based, bukan yang campaign-based. Hal tersebut karena tujuan pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan adalah untuk mendatangkan perubahan konkrit dan nyata bagi masyarakat. (lia)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan DPK, BTN Siap Kelola Dana IKAL

Pacu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus perluas kerjasama dengan berbagai instansi. Teranyar, perseroan…

Investasikan Dana US$ 8 Juta - Pelita Samudera Beli Satu Kapal Kargo MV

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis di sektor logistik, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah merampungkan transaksi pembelian satu…

Dana Bagi Hasil Migas untuk Kesejahteraan Papua

NERACA Manokwari – Peraturan Daerah Khusus tentang Dana Bagi Hasil Migas (Perdasus DBH Migas) diharapkan segera dapat diimplementasikan di Provinsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…