Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp 1,60 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan jalan tol, PT Jasa Marga Tbk mencatatkan laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 33,82% menjadi Rp1,60 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,19 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha naik 39,84% menjadi Rp9,07 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,48 triliun. Beban usaha perseroan naik menjadi Rp6,09 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,15 triliun.

Sementara laba usaha perseroan naik menjadi Rp2,97 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,33 triliun. Kemudian laba bersih per saham naik mencapai Rp235,91 pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp176,56. Sementara itu, liabilitas perseroan naik menjadi Rp14,96 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp12,55 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp9,78 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp8,36 triliun.

Tercatat total aset perseroan naik menjadi Rp24,75 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp20,91 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp4,30 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,76 triliun.

Tahun ini, perseroan bakal mengoperasikan 5 ruas tol barunya pada 2013. Kelima ruas tol tersebut adalah tol Nusa Dua - Ngurah Rai – Tanjung Benoa sepanjang 10 km, tol Semarang - Solo ruas Ungaran – Bawen sepanjang 12 km, tol JORR W2 Utara sepanjang 7,8 km, tol Gempol – Pandaan sepanjang 13,6 km, dan tol Surabaya – Mojokerto seksi Krian – Mojokerto.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman pernah bilang, Jasa Marga saat ini telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 545 km atau 73% dari seluruh ruas tol yang beroperasi di Indonesia, yang dioperasikan melalui 9 kantor cabang dan 3 anak perusahaan.

Tahun 2013 ini, perseroan memproyeksikan total pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun. Dibandingkan dengan proyeksi pendapatan tol hingga 2012 sebesar Rp 5,6 triliun atau naik 14,5% dari 2011 sebesar Rp 4,9 triliun. Nantinya, pendapatan tersebut akan diperoleh dari tol sebesar Rp 5,5 triliun dan pendapatan usaha lain Rp 110 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Motorcycle Show 2018 Bukukan Penjualan 1.332 Unit

Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 resmi ditutup pada Minggu (4/11). Selama lima hari penyelenggaraan, ajang pameran kendaraan roda dua…

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…