Masa Depan Anak Berawal dari Sarapan

Banyak orang tua tidak memperhatikan sarapan anaknya ketika akan masuk sekolah, padahal sarapan dapat memenuhi 15%-30% kebutuhan gizi dalam sehari. Selain itu, sarapan juga dapat mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif, dan cerdas bagi si buah hati.

Ya, sarapan memiliki sejumlah manfaat bagi anak usia sekolah untuk mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang agar mereka dapat tumbuh, baik secara fisik maupun mental. Untuk itu, sangat penting mengawali kebiasaan sarapan rutin setiap hari. \"Sarapan yang baik untuk masa depan yang besar,\" tutur Atiek Fatimah,Senior Brand Manager Blue Band.

Sayangnya, kata Atiek, saat ini masih banyak anak Indonesia yang tidak sarapan. Menurutnya, masalah utama untuk membiasakan sarapan pada anak adalah sulitnya membangunkan anak dari tidurnya untuk sarapan. Karena yang seringkali terjadi, orangtua kesulitan mengajak anak untuk sarapan, Kalau anak mau sarapan pun mereka sulit menghabiskan sarapan, dan juga biasanya para orangtua khawatir anak terlambat ke sekolah.

“Melewatkan sarapan adalah masalah serius bagi Indonesia, karena dapat menghambat pertumbuhan fisik dan mental, sehingga melahirkan generasi yang memiliki masa depan yang kerdil. Masa depan yang kerdil secara fisik karena pertumbuhan yang terhambat, maupun kerdil secara prestasi karena kecerdasan yang tidak normal,” ungkapnya.

Sedangkan,Prof. Hardinsyah, Guru Besar Departement Gizi Masyarakat IPB menyatakan,setiap hari, anak-anak usia sekolah 7-12 tahun membutuhkan 1800 kkal hingga 2050 kkal dan protein 45 g hingga 50 g untuk melengkapi kebutuhan gizi. “Kondisi gizi yang tidak seimbang, baik kekurangan atau kelebihan gizi, akan mempengaruhi tumbuh kembang anak dan pengembangan potensinya,” tutur dia.

Aktivitas anak usia sekolah, kata dia lagi, akan meningkat dimulai sejak jam 6 pagi oleh karena itu kebiasaan sarapan begizi menyediakan energi dan nutrisi yang diperlukan untuk menjalani aktivitas bersekolah, belajar, dan bermain secara optimal dan menjadi faktor proses tumbuh kembang yang baik untuk anak Indonesia meraih masa depan yang besar.

“Apabila anak tidak sarapan, kebutuhan gizi tidak akan mencukupi aktivitas sehari-hari dan akibatnya kualitas tumbuh kembang anak akan lebih rendah daripada anak yang terbiasa sarapan,” paparnya.

Secara psikologis, membiasakan sarapan pada anak-anak merupakan investasi jangka panjang yang dapat menciptakan generasi tangguh, karena anak terbiasa hidup disiplin dan teratur, memiliki emosional yang terkendali karena selalu merasakan momen kebersamaan dalam keluarga. Kebiasaan sarapan memberikan interaksi timbal balik reguler dari orangtua kepada anak sehingga anak setiap bersosialisasi di sekolah.

Karena itu, diselenggarakan kampanye \"Blue Band Breakfast Goes To School\" yaitu kampanye 21 hari sarapan yang merupakan bagian dari komitmen Blue Band untuk mendukung kebiasaan sarapan bergizi agar anak-anak Indonesia. Diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh besar, bermimpi besar, bertindak besar, dan memiliki masa depan besar.

Related posts