Perbanas: Nasabah Juga Bertanggungjawab - Kasus Kartu Kredit

NERACA

Jakarta - Pencurian data akibat praktik double swipe atau gesek ganda oleh merchant produk kecantikan Body Shop bukan hanya tanggung jawab perbankan, tetapi juga nasabah. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono di Jakarta, Senin (25/3).

\"Sebenarnya tanggung jawab ada di kedua belah pihak. Pertama, pihak penyedia jasa dalam hal ini adalah bank dan yang kedua adalah nasabahnya. Kekurangan di penyedia jasa, tapi pada umumnya didukung oleh kelengahan nasabahnya sendiri,\" jelas Sigit.

Menurut dia, ada nasabah yang memang tidak sengaja terjebak oleh kelompok penipu. Namun juga, ada nasabah yang akhirnya terjebak di dalam kasus penipuan tersebut karena kelemahannya. \"Memang kalau berbicara kenyamanan untuk nasabah selalu berkaitan dengan timbulnya isu keamanan baru. Meskipun ada tambahan kenyamanan segi resikonya diperkirakan akan meningkat juga,\" terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Sigit, perlu kerja sama dengan para nasabah untuk sama-sama menjaga. Karena teknologi terus mengalami perkembangan dengan pesat. Namun, kata dia, teknologi yang mendukung terhadap perkembangan kemudahan bertransaksi bagi nasabah dinilai turut memberikan andil kepada risiko keamanan terhadap nasabah sebagai akibat dari minimnya sosialiasasi yang dilakukan oleh pihak perbankan.

\"Sekali lagi, tanpa bermaksud untuk tidak bertanggungjawab, tapi memang banyak macamnya. Di sisi lain memang dengan semakin cepatnya pertumbuhan atau perkembangan dari sisi teknologi terkadang tidak diimbangi mengenai sosialisasi kepada nasabah. Bank juga lengah,\" kata Sigit, seraya menegaskan.

Terkait dengan kasus Body Shop ini, Sigit mengatakan pihak yang harus menanggung adanya kerugian keuangan yang terjadi ini harus dilihat dari seberapa besar porsi kesalahan yang terjadi oleh salah satu pihak. \"Siapa yang memberikan porsi kesalahan terbesarnya? Sekuritasnya atau kelengahan nasabah sendiri,\" ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI), Difi Ahmad Johansyah, mengaku telah melakukan investigasi soal kasus dugaan pencurian data kartu kredit di gerai Body Shop. Pada Kamis (7/3) lalu, telah dilakukan pertemuan antara pihak Bank Acquirer dengan pihak Body Shop, dengan agenda menginformasikan kasus fraud yang terjadi dengan dugaan sementara pencurian data di merchant Body Shop di dua mal di Jakarta.

Difi mengatakan, diketahui bahwa latar belakang merchant Body Shop melakukan double swipe adalah untuk kepentingan rekonsiliasi data transaksi melalui electronic data capture (EDC) dengan pencatatan di sistem register tunai. Pada umumnya, jika dilakukan swipe maka data yang terekam dari kartu kredit adalah nomor kartu, expiry date, dan Card Verification Value (CVV) berupa 3 angka di bagian belakang kartu kredit. [sylke/ardi]

Related posts