DIWARNAI AKSI PELEMPARAN AIR KEMASAN PADA BUPATI Ratusan Warga Mangkalaya Kab. Sukabumi Tuntut Perbaikan Jalan dan Penutupan Gudang

NERACA

Sukabumi – Lemparan minuman dalam kemasan botol sebagai ungkapan rasa kekecewaan dan jelas-jelas diarahkan kepada Bupati Sukabumi, H Sukmawijaya dan aparat pengaman aksi, mewarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga Mangkalaya Kec. Cisaat Kab. Sukabumi di Pendopo Kab. Sukabumi Jln. Jendral Sudirman Kota Sukabumi, Rabu (15/6).

Harian Ekonomi NERACA di Sukabumi kemarin melaporkan, di bawah koordinator aksi, Budi Rahardjo, dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, ratusan warga Mangkalaya Kec. Cisaat Kab. Sukabumi itu berangkat menuju Pendopo Kab. Sukabumi, dari Kantor Kec. Cisaat.

Aksi pelemparan minuman dalam kemasan botol tersebut, demikian keterangan yang diperoleh Neraca, sempat pula dilakukan para pelaku aksi itu, terhadap kediaman keluarga Bupati Sukabumi H Sukmawijaya di daerah Mangkalaya Kec. Cisaat, tapi tidak menimbulkan insiden berarti.

Aksi unjuk rasa ke Pendopo Kab. Sukabumi pagi kemarin itu, sebagai akumulasi dari rasa kekecewaan warga serta para pengguna jalan menuju Mangkalaya yang menuntut perbaikan jalan yang rusak akibat truk-truk pengangkut pasir dan tanah yang berlebihan muatan. Mereka menuntut agar Bupati Sukabumi Sukmawijaya menutup gudang tanah milik pengusaha ilegal yang menyebabkan jalanan rusak parah.

Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB itu, diikuti oleh hampir semua pengguna jalan Mangkalaya, mulai dari tukang ojek, sopir angkot dan warga biasa yang tinggal di sekitar jalan itu. Aksi dimulai dari Kamp. Cibencoy menuju Kantor Kecamatan Cisaat. Warga sempat melempari rumah pribadi Bupati Sukabumi dengan air mineral.

Bahk bukan itu saja, truk pengangkut yang tetap melakukan aktivitas kendati sudah diprotes warga dan kebetulan berpapasan dengan warga, tidak luput dari pelemparan warga.

“Jalanan rusak parah, motor rusak terus. Jangankan untuk makan, pendapatan habis untuk memperbaiki motor,” kata Persatuan Pengemudi Ojek Kamtibmas Terpadu (PPOKT) Dini Damayanti.

Sementara Camat Cisaat, Aep Saepullah mengatakan, dua gudang milik PT. Islah dan PT. Sugihati yang digunakan untuk menyimpan tanah dan penambangan pasir tersebut, memang menyalahi perizinan. Namun pihaknya tidak bisa menutupnya. “Menutup itu kewenangan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” kata dia.

Belum puas dengan hasil dengan pembicaraan warga dengan Camat Cisaat, Aep Saepullah dan Kepala Dinas Perhubungan Kab. Sukabumi, A Riyadi, warga melanjutkan aksinya di Pendopo Kab. Sukabumi. Dengan menggungkan kendaraan bahkan ada yang berjalan kaki sepanjang 7 km, warga mendatangi Pendopo Kabupaten menemui Bupati Sukabumi. Mereka meminta Bupati segera menutup gudang-gudang yang menurut warga sudah habis masa izinnya itu.

Bupati Sukabumi H Sukmawijaya yang selama ini dinilai warga kurang aspiratif, kendati tinggal di daerah itu, saat menerima warga pelaku aksi, akhirnya menjanjikan akan segera menutup gudang-gudang penyimpan tanah liat dan pasir kuarsa tersebut. Adapun masalah jalan yang sudah tiga tahun ini rusak, bulan Juli mendatang, akan segera diperbaiki.

BERITA TERKAIT

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan NERACA Lebak - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak meminta pelaku…

Tangerang Gelontorkan Rp120 Miliar Proyek Jalan dan SDA

Tangerang Gelontorkan Rp120 Miliar Proyek Jalan dan SDA NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menggelontorkan dana sebesar Rp120 miliar…

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi NERACA Sukabumi - Adanya sistem baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung - Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar NERACA Denpasar…

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM…

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi NERACA Sukabumi - Adanya sistem baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…