LPEI Siapkan Pendanaan Sindikasi US$500 Juta - Kinerja Positif

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank akan melakukan pendanaan sindikasi perbankan hingga US$500 juta di semester I 2013. Direktur Pelaksana Senior LPEI, Arifin Indra, menuturkan pinjaman sindikasi tersebut memiliki tenor atau jangka waktu sampai tiga tahun. “Kebutuhan kita US$700 juta. Namun untuk pertengahan tahun ini kita akan melakukan (pendanaan) US$500 juta terlebih dahulu,” kata Arifin di Jakarta, Senin (25/3).

Dia menuturkan, untuk usaha ini LPEI telah menerima 13 bank asing yang menyatakan minatnya untuk melakukan sindikasi perbankan dengan satu-satunya lembaga pembiayaan ekspor ini. Dari ke-13 bank tersebut, LPEI akan memilih tiga bank yang sesuai dengan kriteria. Sayang, dirinya belum mau memberikan informasi lebih jauh perihal profil tiga bank tersebut.

“Nantilah. Dalam waktu dekat akan kita putuskan,” ujar Arifin. Sementara itu, LPEI mencatat pembiayaan 2012 (telah diaudit/audited) mencapai Rp27,05 triliun, dengan komposisi pembiayaan kurs mata uang rupiah sebesar Rp13,88 triliun (51%) dan pembiayaan valuta asing atau valas senilai Rp13,17 triliun (49%).

Dalam laporan kinerja LPEI yang diterima Neraca disebutkan, jika dibandingkan dengan perolehan pada periode sama tahun sebelumnya, jumlah tersebut tercatat melonjak 31,71% atau sebesar Rp20,54 triliun. Dari angka Rp27,05 triliun tersebut, penyaluran pembiayaan didominasi oleh sektor perindustrian sebesar Rp13,74 triliun atau 50% dari total portofolio pembiayaan.

Kemudian disusul sektor pertanian Rp3,20 triliun (11,9%), sektor dunia usaha Rp3,04 triliun (11,1%), sektor pengangkutan Rp2,54 triliun (9,4%), sektor perdagangan Rp1,8 triliun (6,7%) dan lain-lain sebesar Rp2,76 triliun (10,2%). Kinerja positif ini tentu mendongkrak laba bersih LPEI yang tumbuh hingga 27,13% dari Rp460,64 miliar di 2011 menjadi Rp585,62 miliar pada 2012.

Sementara dari posisi aset, per 31 Desember 2012, total aset juga tercatat meningkat 26,64%, dari Rp26,32 trilliun di 2011 menjadi Rp33,33 triliun di 2012. Terkait rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) LPEI mengalami penurunan yang signifikan. Tercatat, NPL LPEI sebesar 2,11% di 31 Desember 2012 atau turun 1,14% dari 31 Desember 2011 yang mencapai 3,25%.

Arifin menuturkan, penurunan NPL ini merupakan hal yang positif lantaran didukung oleh kinerja debitur LPEI. “Mereka (debitur) melunasi utangnya tepat waktu antara lain PTArpeni Pratama Ocean LineTbk (perusahaan pelayaran), PT PAL Indonesia (perusahaan galangan kapal) dan PT Citra Kencana Industri (perusahaan manufaktur),” papar dia.

Pada tahun ini, LPEI semakin agresif mempertajam lini bisnisnya di pasar pembiayaan ekspor nasional. Hal ini terlihat jelas dari rencana mereka yang berupaya menggenjot pembiayaan ekspor hingga Rp34 triliun sepanjang 2013, atau meningkat 26% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp27 triliun. Besarnya potensi pasar yang ada membuat lembaga pembiayaan ekspor jasa keuangan pelat merah ini merasa cukup optimistis dapat merealisasikan target tersebut. Komitmen ini, diantaranya, dengan membuka sejumlah kantor cabang sebagai jaringan pemasaran. Mengingat perusahaan baru memiliki tiga kantor operasional di Surabaya, Medan dan Makassar. [ardi]

Related posts