Indocement Targetkan Produksi 25 Juta Ton Pertahun - Gandeng TCDRI Operasikan Pabrik di Citereup

NERACA

Jakarta-PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) menandatangani perjanjian dengan Tianjin Cement Industry Design & Research Institute Co. Ltd (TCDRI). Hal tersebut untuk mendukung ketersediaan peralatan serta enginering proyek pabrik Indocement yang terletak di Komplek Pabrik Citereup Bogor, Jawa Barat. “Kami senang adanya kerjasama dengan TCDRI, perusahaan terkemuka di bidang teknologi dan penyedia peralatan di China yang memiliki kontribusi dan prestasi luar biasa dalam pengembangan industri semen di China,” kata Direktur Utama Indocement, Daniel Lavella, di Jakarta, Senin (25/3).

Pabrik di Citereup Bogor, menurut dia, ditargetkan dapat beroperasi pada 2015. Adapun kapasitas yang dimiliki pabrik tersebut yaitu sebesar 4,4 juta ton semen per tahun dari total kapasitas saat ini yang tercatat sebesar 18,6 juta semen per tahun. Pembangunan pabrik disebutkan untuk mengantisipasi permintaan domestik atas semen yang terus meningkat.

Dengan beroperasinya pabrik tersebut maka total kapasitasnya menjadi sebesar 25 juta ton per tahun. “Dibangunnya pabrik baru ini guna mengantisipasi peningkatan permintaan pasar. Karena itu, kami telah memulai program ekspansi kapasitas,” jelasnya.

Pihaknya mencatat, penjualan semen untuk pasar domestik mengalami peningkatan sekitar 16,1%. “Penjualan semen domestik saat ini sebesar 17,9 juta ton pada tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 15,4 juta ton pada tahun lalu.” ujar Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Sahat Panggabean.

Menurutnya, untuk volume penjualan semen di luar negeri (ekspor) mengalami penurunan, yaitu dari 613 ribu ton pada 2011 menjadi 95 ribu ton pada 2012. Meskipun demikian, market share perseroan tercatat mengalami peningkatan dari 31,5% pada 2011 menjadi 32% pada 2012.

Dia mengatakan, pihaknya sedang merampungkan beberapa pembangunan pabrik baru yang diharapkan dapat mendukung kinerja perseroan ke depan. Selain pabrik Citereup, lanjut dia, pihaknya juga akan menyelesaikan dua pabrik lainnya, yaitu green field di Jawa Tengah (Pati) dan luar Jawa dengan kapasitas 5 juta ton semen per tahun.

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2012, perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32,3% atau menjadi Rp4,763 triliun dari perolehan laba tahun lalu sebesar Rp3,601 triliun. Disebutkan, perolehan laba bersih tersebut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan pasar yang disertai dengan peningkatan kapasitas produksi yang tumbuh sebesar Rp17,290 triliun atau naik 24,5% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp13,887 triliun. Faktor lain yang juga mengakibatkan kenaikan pendapatan, yaitu kenaikan harga jual rata-rata semen domestik hingga 7% per ton. (lia)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…