Berharap Harga Saham Terkerek Naik Dari Prestasi - Antam Masuk 10 Emiten Terbaik

NERACA

Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masuk dalam 10 besar emiten terbaik berdasarkan ASEAN Corporate Governance (CG), “Kita berharap dengan penghargaan ini memberikan dampak pada prospek saham yang lebih baik lagi,”kata Presiden Direktur Antam, Alwinsyah Lubis di Jakarta, Senin (25/3).

Dia menuturkan, performance Antam tahun lalu cukup berat hal ini dikarenakan harga komoditas turun dan ada beban-beban biaya yang membuat margin berkurang. Walaupun dianggap kurang dalam hal performanya, laba perusahaan ini meningkat. Hal ini dikarenakan adanya aksi korporasi.

Kata Alwinsyah, perolehan laba yang didapat dari usaha operasional yang berasal dari usaha langsung dan kegiatan perdagangan emas. Tercatat nilai laba bersih perseroan sebesar Rp 1,1 triliun, namun akhir tahun lalu ada corporate action di Halmahera yang tadinya hanya 17,5% menjadi 25%.

Disebutkan, kepemilikan 17,5% dihitung dengan fair value maka didapatkan laba Rp 1,8 triliun dan menjadikan total laba perseroan tumbuh menjadi Rp 2,9 triliun, “Potensi di Indonesia masih ada dan masih luas sehingga untuk saat ini Antam hanya fokus pada pada proyek - proyek yang sudah dibeli,”ujarnya.

Oleh karena itu, kata Alwinsyah Lubis, pihaknya hanya fokus pada proyek yang sudah dibeli dan untuk diluar ada yang sudah dijajaki tetapi belum bisa diungkapkan. Sementara untuk kinerja operasi pada sektor biji nikel, lanjutnya, pertumbuhan volume penjualan mencapai 11,5 juta ton, “Peningkatan tajam target ini dikarenakan tahun ini adalah akhir ekspor biji nikel,”ungkapnya.

Dia menuturkan, perseroan saat ini tengah mencari pendanaan hingga US$2 miliar untuk mendukung dua dari enam proyek besarnya hingga tiga tahun mendatang. Selain itu, perseroan juga tengah menjajaki proyek nickel pig iron Mandiodo, Sulawesi Tenggara yang akan mengolah bijih nikel menjadi nickel pig iron(NPI) atau feronikel kadar rendah berkapasitas 12.000 TNi per tahun dengan nilai US$400 juta.

Sebelumnya, Investor Relation Antam Bimo Budi Satriyo pernah bilang, produksi emas Antam tahun ini tetap statis seperti tahun lalu sebanyak tiga juta ton seiring dengan terbatasnya sumber emas hasil eksplorasi perseroan. “Antam di tahun ini tetap akan memproduksi 3 ton emas, yang akan dihasilkan oleh 2 tempat kami yaitu 2 ton dari Pongor dan 1 ton dari Baliung,”ujarnya.

Mengenai pendanaan, Antam membutuhkan dana US$ 1,6 miliar. Dimana 65% dananya didapat dari pinjaman perbankan dan sisanya dari kas internal. PT Antam Tbk sendiri menargetkan produksi ferronikel sebanyak 27 ribu ton. untuk produksi 1 ton ferronikel, dibutuhkan 80 ton biji nikel. (nurul)

Related posts