BEI Suspensi Saham Ratu Prabu Energy

Dinilai belum memberikan undangan soal rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) mulai sesi I Senin 25 Maret 2013 ini diseluruh pasar.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (25/3). Kata Kadiv Penilaian Sektor Riil BEI, I Gede Nyoman Yetna dan P.H Kadiv Perdagangan Saham, Rina Handriyani, suspensi dilakukan karena karena bursa sedang meminta informasi dan akan melakukan penelaahan lebih lanjut kepada perseroan terkait agenda RUPSLB dan keterbukaan informasi.

Seperti diketahui perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 24 April 2013 namun belum memberikan agenda terkait pengumuman di koran soal undangan rapat pada 18 Maret lalu.

Harga saham ARTI juga mengalami pergerakan signifikan mulai 11 Maret 2013 di harga Rp260 dan terus naik hingga menjadi Rp355 pada penutupan 22 Maret 2013. Sementara Sekretaris Perusahaan PT Ratu Prabu Energy Tbk, Martina Suarsa pada 22 Maret lalu, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan dan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu.

Selain belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat. Disamping itu, BEI juga melakukan suspensi saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) terkait dengan informasi rencana stabilisasi harga yang dilakukan oleh perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

E-Bookbuilding Rampung Tengah Tahun - Peran BEI Masih Menunggu Arahan OJK

NERACA Jakarta – Mendorong percepatan modernisasi pelayanan pasar modal di era digital saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…