Dipicu Aksi Beli, Penguatan Indeks BEI Masih Berlanjut

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 54,742 poin (1,16%) ke level 4.777,901. Sementara Indeks LQ45 melompat 11,172 poin (1,40%) ke level 810,031. Menguatnya indeks BEI dipicu maraknya aksi beli investor terhadap saham unggulan dan lapis dua.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, sentimen aksi beli investor membawa indeks BEI menguat signifikan, “IHSG BEI ditutup menguat cukup signifikan didorong oleh kesepakatan dana talangan atau bailout untuk Cyprus,\" kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (25/3).

Meski demikian, dia menambahkan di sisi lain pergerakan indeks BEI masih akan dibayangi oleh kekhawatiran terhadap tingginya tingkat inflasi dalam negeri untuk beberapa waktu mendatang.\"Naiknya beberapa kebutuhan pokok, kenaikan tarif daya listrik (TDL), serta kebijakan pemerintah terkait bahan bakar minyak (BBM) akan membayangi gerak indeks BEI,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 4.755-4.800 poin. Kata analis e-Trading Securities, Andrew Argado, kondisi indeks BEI yang meningkat, pelaku pasar asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp41 miliar.

Dia mengemukakan saham yang paling banyak dijual asing diantaranya Indofod Sukses Makmur (INDF), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Dyandra Media International (DYAN), Alam Sutera realty (ASRI), dan Media Nusantara Citra (MNCN).

Berikutnya, pada perdagangan Selasa, dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperharikan untuk perdagangan hari selanjutnya yakni bank Central Asia (BBCA), Ciputra Surya (CTRS), Semen Gresik (SMGR).

Pada perdagangan Senin kemarin, sektor pertambangan dan perdagangan terkena koreksi di penghujung perdagangan, membuat dua sektor ini jatuh ke teritori negatif. Nilai dan Volume transaksi di lantai bursa melonjak tinggi akibat penjualan saham PT Matahari Department Store (LPPF) milik CVC Capital Partners senilai Rp 13 triliun di pasar negosiasi. Transaksi difasilitasi UBS Securities (AK) CIMB Securities (YU).

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 191.331 kali pada volume 8,202 miliar lembar saham senilai Rp 21 triliun. Sebanyak 179 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Rata-rata bursa Asia menutup perdagangan di zona hijau, hanya bursa China yang terkoreksi setelah pekan lalu naik tinggi. Kesepakatan bailout Republik Siprus oleh Uni Eropa jadi sentimen positif penggerak bursa-bursa di Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mandom (TCID) naik Rp 2.200 ke Rp 13.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 80.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.000 ke Rp 26.500, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 ke Rp 14.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 7.400, Asahimas (AMFG) turun Rp 350 ke Rp 8.600, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 300 ke Rp 6.000, dan J Resources (PSAB) turun Rp 225 ke Rp 4.350.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 39,511 poin (0,84%) ke level 4.762,670. Sementara Indeks LQ45 naik 8,375 poin (1,05%) ke level 807,234. Aksi ambil untung yang terjadi tidak terlalu marak sehingga indeks masih bisa bertahan di zona hijau. Saham-saham aneka industri menguat paling tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.737 kali pada volume 3,593 miliar lembar saham senilai Rp 2,685 triliun. Sebanyak 172 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 80.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 33.900, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 22.500, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain AKR (AKRA) turun Rp 250 ke Rp 5.050, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 6.200, Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 7.900, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 4.600.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 31,60 poin atau 0,67% ke posisi 4.754,76 seiring dengan bursa saham kawasan Asia, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,91 poin (0,99%) ke level 806,77.

Analis Samuel Sekuritas, Todd Showalter mengatakan, mayoritas bursa Asia dibuka menguat termasuk indeks BEI memfaktorkan kabar yang menyatakan bahwa Uni Eropa dan Siprus telah mencapai kesepakatan dalam paket pemberian dana talangan (bailout). \"Meski demikian, pelaku pasar masih \'wait and see\' terkait kesepakatan Uni Eropa dan Siprus dalam pemberian \'bailout\'-nya,”ujarnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, dibuka menguat 147,17 poin (0,67%) ke level 22.262,47, indeks Nikkei-225 naik 179,99 poin (1,46%) ke level 12.518,52, Straits Times menguat 14,05 poin (0,43%) ke posisi 3.272,62.

Related posts