Pembiayaan SMI Capai Rp2,446 Triliun - Hingga 15 Maret 2013

NERACA

Bogor - Perusahaan pembiayaan infrastruktur pemerintah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, mengukuhkan pelaksanaan portofolio pembiayaan sebesar Rp2,446 triliun hingga 15 Maret 2013. Menurut Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, mayoritas pelaksanaan pembiayaan perseroan terkonsentrasi di sektor ketenagalistrikan sebesar 41% atau Rp1,002 triliun.

“Penyumbang terbesar kedua adalah minyak bumi sebanyak 21%. Perlu dicatat, SMI hanya memberikan pembiayaan di distribusi dan transmisi, bukan eksplorasi. Lalu disusul jalan tol sebesar 18%, air minum dan telekomunikasi masing-masing 8%, irigasi 3%, serta transportasi 1%,” ujar Emma di Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/3), pekan lalu.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, selain bermain pada pembiayaan infrastruktur, perseroan melebarkan sayapnya berupa penyediaan Jasa Konsultasi dan Penyiapan Proyek. Terkait dengan penyiapan proyek, tahun ini SMI tengah membantu fasilitas penyiapan tiga proyek Kerja Sama Pemerintah-Swasta (KPS), yakni KPS Sistem Pembiayaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur, Proyek KPS Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta serta Proyek KPS Pengolahan Sampah di Kota Batam.

Emma mengungkapkan, untuk ketiga proyek tersebut, SMI menggelontorkan dana sebesar Rp23,27 triliun. Untuk proyek KPS SPAM Umbulan, saat ini memasuki tender proyek. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp2,07 triliun. Mata air Umbulan akan mengaliri empat Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik, dengan sistem pemompaan dan pipa transmisi sepanjang 102,3 kilometer.

“Di satu sisi, kondisi lokal dan lingkungan serta perluasan wilayah jangkauan layanan menjadi faktor kuat pendorong ekonomis proyek ini. Namun sisi lain, hambatannya adalah bahwa kebutuhan mendesak dalam pemenuhan kebutuhan air minum di lima wilayah PDAM. Di mana empat wilayahnya tidak memiliki alternatif sumber mata air bersih. Akan tetapi, seluruh PDAM sudah siap untuk memenuhi permintaan konsumen akan air bersih dalam proyek Umbulan ini,” terang Emma.

Konsep memindahkan orang

Kemudian proyek kedua, KPS Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, masih dalam tahap pre-feasibility study. Anggaran yang dibutuhkan senilai Rp20 triliun. Menurut rencana, Kereta Api Ekspress akan mengantarkan penumpang pesawat dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta. Emma menegaskan, pada awalnya, SMI tidak terlibat dalam proyek moda transportasi massal ini. Pasalnya, proyek tersebut di bawah kendali Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Mereka (Kemenhub) sudah melakukan tender. Di tahun 2011, SMI ditunjuk pemerintah untuk terlibat dalam proyek ini. Dan tender pun diulang dari awal. Kalau tidak ada halangan, tender dan penyelesaian konstruksi akan dimulai tahun 2014 dan pada tahun 2018, masyarakat sudah bisa menikmati layanan kereta bandara tersebut,” ungkapnya.

Semakin padatnya Kota Jakarta membuat pemerintah harus berfikir keras, dari yang selama ini hanya sekadar memindahkan kendaraan, sekarang harus memindahkan orang. “Semua orang tahu, panjang jalan sama banyaknya kendaraan sangat tidak imbang. Yang penting adalah memindahkan orang, dan memindahkan orang itu tidak hanya membangun jalan tetapi membuat moda transportasi massal yang nyaman, aman, dan ideal,\" kata dia.

Terakhir proyek KPS Pengolahan Sampah di Batam. Proyek ini telah melalui tahap outline business case dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,2 triliun. Diantara ketiga proyek tersebut, baru proyek KPS Pengolahan Sampah yang sudah dalam tahap persiapan final dan transaksi. \"Kami terus berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebagai katalis dalam memfasilitasi percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia,\" tandasnya. [ardi]

Related posts